Wednesday, June 10, 2026

Tingkatkan Produksi Bawang Daun dengan Mulsa Plastik Hitam Perak

Rekomendasi

Trubus.id— Produksi sayuran melonjak setelah petani memanfaatkan mulsa plastik, sehingga omzet pun meningkat. Itulah yang dialami oleh Tabah Wibowo, petani di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Sekali panen bawang daun, Tabah Wibowo mampu memperoleh 3 ton bawang daun dari lahan 1.000 m². Padahal, sebelumnya ia hanya menuai 1,5 ton bawang daun di lahan yang sama. Artinya terjadi peningkatan produksi hingga 100%.

Penambahan hasil panen itu pun meningkatkan omzet Tabah. Harga bawang daun pada Januari 2023, di tingkat petani Rp5.000 per kilogram (kg). Omzet Tabah Rp15 juta per panen atau selama 80 hari masa budidaya.

Lalu, apa rahasia Tabah untuk meningkatkan hasil produksi? “Saya menggunakan mulsa plastik hitam perak cap Bell,” kata petani sayuran sejak 1995 itu.

Menurut Tabah, pemakaian mulsa plastik memangkas biaya operasional secara keseluruhan. Tabah membutuhkan 15 rol mulsa berukuran 1,2 m × 500 m untuk menutup lahan 20 m × 50 m.

Ia membutuhkan modal Rp4 juta untuk persiapan lahan. Biaya itu meliputi pembelian pupuk kimia dan organik, belum termasuk bibit dan insektisida. Ia memisahkan biaya bibit dan insektisida lantaran selalu keluar saat musim tanam.

Sementara modal Rp 4 juta merupakan modal awal olah lahan yang bisa dipakai hingga 7 kali panen. Ia menggunakan mulsa berukuran 1,2 meter dengan ketebalan 0,35 mm. Mulsa perak cap Bell bisa bertahan hingga 2 tahun.

Peggunaan mulsa membuat tanaman juga terhindar dari serangan ulat. Sebelum memakai mulsa, Tabah mengaku melakukan penyemprotan rutin 3 kali sepekan.  Bandingkan setelah penggunaan mulsa penyemprotan hanya sekali sepekan.

Mulsa yang dipakai Tabah bikinan PT Hidup Baru Plasindo. Namun, pemesanan mulsa cap Bell melalui PT Tunas Agro Persada selaku distributor. Menurut Manajer Pemasaran PT Tunas Agro Persada, Cipto Legowo, mulsa plastik cap Bell memang sangat bagus.

“Saya menjamin mulsa perak pertama yang ada di Indonesia itu dengan kualitas yang paling baik hingga saat ini,” ujar Cipto.

Bahan baku yang diolah dari bijih plastik murni sehingga bisa tahan hingga 2 tahun. Bandingkan dengan mulsa biasa yang diproses dari plastik daur ulang sehingga tidak tahan lama.


Artikel Terbaru

Workshop Ikebana di Jakarta Hadirkan Prof. Verdy Leung dari Ikenobo Kyoto

Ikebana Ikenobo Indonesia (i3) bersama Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) menghadirkan workshop ikebana di Jakarta dengan menghadirkan Special Entrusted...

More Articles Like This