Tuesday, July 23, 2024

Tren Berkebun Anggur dengan Konsep Agrowisata, Harga Lebih Tinggi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Mengembangkan konsep agrowisata menjadi salah satu pilihan para pekebun anggur. Keboen Anggur Cangri milik Deni Sopandi misalnya. Kebun yang terletak di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat itu selalu ramai pengunjung.

Mereka memetik dompolan-dompolan anggur yang menjuntai di sela-sela para-para lalu menimbangnya.  Deni  mengungkapkan bahwa total anggur yang pengunjung panen sebanyak 6—10 kg per hari.

Dengan harga jual Rp100.000 per kg Deni memperoleh omzet Rp600 ribu sampai Rp1 juta setiap hari setara Rp18 juta—Rp30 juta per bulan. 

Ia menanam sekitar 1.000 anggur beragam varian di lahan seluas 1 ha. Sebanyak 30% populasi setara 300 tanaman berumur lebih dari 2 tahun. 

Deni mengatur pembuahan setiap tanaman agar buah berkesinambungan.  Dengan begitu kapan pun pengunjung datang, selalu tersedia tanaman yang berbuah. Total jenderal produksi mencapai 300 kg buah per bulan. 

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa volume panen itu belum mencukupi kebutuhan konsumen. “Seringkali pengunjung tak kebagian buah karena panen terbatas,” kata pekebun anggur sejak 2021 itu. 

Menurut Deni Keboen Anggur Cangri tergolong baru. Jadi, “Jumlah tanaman yang berproduksi belum 100% sehingga panen buah sangat minim,” ujar Deni. 

Bisa dikatakan saat ini tanaman yang sudah berproduksi optimal baru 30% dari populasi. Deni memprediksi ketika semua tanaman berproduksi 100% menghasilkan buah hingga 10 ton per tahun.

Pengunjung tidak keberatan dengan harga anggur yang cukup mahal karena setara dengan kualitas buah dan kesenangan yang didapat. Pengunjung pun bisa melihat langsung proses budi daya tanaman. 

Sebagai gambaran harga anggur di penjual buah eceran sekitar Rp60.000 sampai Rp80.000 per kg. Rentang harga itu relatif lebih murah, tetapi konsumen tidak mendapatkan sensasi memetik anggur. 

Menurut Ketua Komunitas Anggur Bogor (KAB), Ridwan Angkasa, tren berkebun anggur tren berkebun anggur mengalami lonjakan signifikan pada 2020.  Ridwan menuturkan bahwa jumlah anggota KAB pada 2019 sekitar 300 orang.

Jumlah itu meningkat hingga 6.900 orang pada 2020. Mayoritas anggota menanam anggur skala hobi dengan luas area tanam bervariasi seperti 1 m x 1 m, 3 m x 4 m, dan 6 m x 10 m. Sejak 3 tahun belakangan ada sejumlah pehobi yang menanam anggur skala kebun dan sukses panen.

Anda dapat membaca selengkapnya pada majalah edisi 648 November 2023/LIV Google Play. yang mengupas tuntas Bisnis Manis Anggur Manis. 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img