Trubus.id— Pertanian Indonesia terus berkembang. Berbagai inovasi mulai diterapkan oleh petani. Menurut Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Puji Lestari, S.P., M.Si., Ph.D., inovasi pertanian berkembang jauh sekali jika dibandingkan dengan era 1980-an.
Saat ini banyak start up pertanian digital yaitu pertanian presisi, dalam manajemen budidayanya, dan deteksi penyakit. Ada juga pertanian vertikal atau hidroponik yang menghemat ruang sehingga bisa diterapkan di perkotaaan dan lingkungan yang terkendali.
“Hal itu jadi tren positif. Irigasi yang cerdas juga sudah mulai banyak,” kata Puji.
Lebih lanjut, Puji menuturkan praktik-praktik pertanian yang ramah lingkungan seperti pertanian organik, pengendalian hama terpadu, memperhatikan kesehatan tanah dengan menggunakan pupuk hayati, dan pengurangan input-input kimia juga mulai banyak diterapkan.
Selain itu, penerapan internet of things (IoT) dalam dunia pertanian juga menjadi salah satu bukti tren inovasi pertanian cenderung meningkat dan membaik setiap tahunnya. Apalagi saat ini banyak anak-anak muda yang berkiprah dengan jejaring luas dan solid.
Petani-petani lokal generasi sebelumnya sebetulnya juga sudah profesional. Namun, kehadirian petani muda menambah kontribusi penggunaan inovasi pertanian semakin banyak. Meskipun banyak juga yang enggan jadi petani, tetapi faktanya banyak juga di antara mereka yang menjadi petani profesional.
Puji mengatakan saat ini Indonesia sudah mengarah ke transformasi digital untuk pertanian. Kontribusi tidak hanya dari organisasi pemerintah, seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Namun, sekali lagi, itu intervensi dari pemerintah. Pemerintah kemudian memfasilitasi anak-anak muda membuat start up yang lebih fokus ke digitalisasi pertanian. Terkait itu, tentu saja teknologi seperti IOT, machine learning, artificial intelligence (AI), dan sensor, banyak mereka manfaatkan di sana,” papar Puji.
