Tuesday, November 29, 2022

Turunkan Darah Tinggi

Rekomendasi

Tiga siung bawang dayak, jumlah yang disarankan untuk konsumsi per hariKonsumsi bawang dayak secara teratur menurunkan hipertensi.

Selama ini Tamat Riyadi merasa    kondisi tubuhnya baik-baik saja. Beberapa kali mengecek kesehatan di sebuah klinik kesehatan di Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, tekanan darahnya ajek di angka 120/80 mmHg. Namun, pada Oktober 2012 ketika memeriksakan diri pria 66 tahun itu terkejut mengetahui tekanan darahnya melonjak, mencapai 160/90 mmHg. Pria yang rutin senam lansia setiap pekan menduga tekanan darahnya tinggi akibat stres.

 

Ekstrak bawang dayak dalam kapsul, permudah cara konsumsiRiyadi cukup beruntung karena tidak mengalami gejala pusing berlebihan dan susah tidur. Padahal, teman-teman seumurnya yang bertekanan darah 160/90 mmHg mengalaminya. “Banyak teman dengan tekanan darah seperti itu sering merasakan vertigo dan jantungnya berdebar-debar,” kata Riyadi. Pada saat tekanan darahnya 160/90 mmHg, Riyadi hanya merasakan tubuhnya mudah lelah dan berwajah pucat.

Keturunan

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari Rumahsakit dr Sardjito, Yogyakarta, Dr dr Nyoman Kertia SpPD, berdasarkan penyebabnya hipertensi dapat dibagi dua yakni hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi primer bila disebabkan keturunan. Berbagai penyebab hipertensi sekunder seperti sakit ginjal, pola makan tidak sehat, dan stres. Tamat Riyadi menderita hipertensi sekunder. “Hipertensi sekunder masih bisa sembuh asalkan tahu penyebab sakitnya” ujar Kertia itu.

Data Kementerian Kesehatan pada 2011 memperlihatkan hipertensi peringkat ke-7 dari 10 besar penyakit dengan rawat inap terbanyak di rumahsakit. Angka kejadian mencapai 8.423 kasus pada pria dan 11.451 kasus pada perempuan. Tekanan darah yang tinggi tidak terkendali itu dapat merusak dan melemahkan pembuluh darah arteri sehingga menyumbat aliran darah ke otak. “Itu bisa menyebabkan stroke kalau pembuluh darah di otak pecah,” kata Nyoman Kertia

Perbaikan kondisi kesehatan Tamat Riyadi datang setelah berkenalan dengan tetangganya yang rajin mengonsumsi bawang dayak segar dari seorang pemasok di Cibubur, Jakarta Timur. “Dia bilang coba saja mengonsumsi bawang dayak segar karena istrinya bisa sembuh dari sakit lutut,” kata Riyadi. Ia kemudian menerima 20 siung bawang dayak dari tetangganya.

Setiap hari Riyadi memakan satu siung bawang berlian—sebutan di Sumatera—itu dan menghentikan konsumsi obat dokter. Baru 2 hari mengonsumsi bawang dayak segar itu, Riyadi merasakan tubuhnya lebih bugar. Ia penasaran, sehingga mengecek ke sebuah rumahsakit di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hasilnya memperlihatkan tekanan darahnya turun menjadi 130/80 mmHg. “Setelah tahu menurun, saya mengonsumsi 2—3 hari sekali, khawatir mengalami tekanan darah rendah,” katanya.

Pemeriksaan terakhir pada 19 Maret 2013 di rumahsakit yang sama tekanan darahnya normal 110/70 mmHg. Pria berkacamata itu  kini sudah beraktivitas normal seperti saat umurnya 40 tahunan. Riyadi rajin berlari pagi setelah salat subuh, naik sepeda berkeliling kompleks, dan melakukan push up sampai 60 kali setiap hari. Ia juga benar-benar menjaga pola makan dengan menjauhi makanan berlemak serta banyak mengonsumsi sayuran.

Olahraga

Bawang dayak memang ampuh menurunkan hipertensi. Menurut dr Prapti Utami, herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, bawang dayak pilihan tepat menurunkan tekanan darah karena senyawa triterpenoid, steroid, dan alicyn yang dikandungnya bekerja sinergis melenturkan pembuluh darah. “Hipertensi membuat pembuluh darah kaku sehingga aliran darah di tubuh dari dan ke jantung bertekanan tinggi,” katanya.

Lebih lanjut dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah, itu menyarankan penderita hipertensi untuk mengonsumsi 3 siung bawang dayak setiap hari selama 2 pekan agar hasilnya terlihat. Hal yang dialami Riyadi menurut Prapti tidak bisa dijadikan kesimpulan bila bawang dayak sangat manjur. “Bisa jadi lonjakan tekanan darah itu akibat stres tinggi. Apalagi tekanan darah Riyadi biasanya normal,” kata Prapti.

Menurut Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Jawa Barat, bawang dayak memiliki efek antioksidan yang memiliki peran mengatasi penyempitan dan berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Namun, Valentina menyebutkan pemakaian bawang dayak sebaiknya dikombinasi dengan herbal lain. Valentina misalnya mengombinasi bawang dayak dengan daun sembung, adas, dan kulit manggis untuk mengatasi hipertensi.

Dr dr Nyoman Kertia SpPD menuturkan selain bawang dayak, kumis kucing dan seledri bisa dipakai sebagai obat  hipertensi. Kumis kucing, misalnya, mengandung senyawa methylripariochromenep, kalium, dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah. “Seledri juga mengandung phthalide, apigenin, dan magnesium yang menghilangkan stres dan memperlancar peredaran darah,” ujar Nyoman. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu juga menyarankan menjaga pola makan seimbang, rajin olahraga, dan mengurangi tingkat stres untuk menghindari hipertensi. (Lutfi Kurniawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img