Monday, August 15, 2022

Ubi Besar di Nil Kecil

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Lembah tersubur di Borneo itu melahirkan ubijalar sebesar kepala kerbau.

L upakan sejenak Martapura sebagai kota batu mulia. Di Pasar Batuah, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Trubus menemukan ubijalar luar biasa. Di pasar yang dikenal sebagai pusat permata itu pedagang menjajakan ubi raksasa berbobot antara 3,5 – 6 kg. “Saya malah kerap mendapat pasokan ubi berbobot 10 kg,” kata Linda Murni, distributor ubi di Martapura. Itu kira-kira seukuran kepala kerbau. Sosok besar itu mengingatkan pada ubi berukuran raksasa yang banyak ditanam di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Pembeli menggoreng atau merebus ubi yang dijual Rp5.000 per kg umbi segar itu. “Ubi gorengnya terasa renyah saat digigit tapi lembut saat dilumat lidah. Nikmat sebagai teman minum kopi,” kata Ir Yanti Rina MS, peneliti di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan.  

Banjir lumpur
Linda  mendapat  pasokan ubi nagara dari pekebun di lembah di tepi Sungai Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Lembah berjarak 150 km dari Martapura itu disebut-sebut lembah tersubur di Pulau Borneo. “Nasibnya” ibarat lembah Sungai Nil pada zaman Mesir Kuno.
Setiap tahun banjir yang membawa lumpur dari daerah hulu menerjang lembah. Lama air menggenang di setiap lokasi bervariasi, antara kurang dari 3 bulan hingga lebih dari 6 bulan. Lumpur yang mengendap pascabanjir membuat lembah subur, persis seperti lembah di Sungai Nil pada zaman Mesir Kuno. Pada masanya lembah sungai terpanjang di dunia itu salah satu sentra pertanian ternama.
“Lumpur mengandung hara seperti kalium, kalsium, dan magnesium yang dibutuhkan tanaman,” tutur Dr Haris Syahbuddin DEA, kepala Balittra. Pekebun biasa menanam bibit ketela rambat itu pada saat lahan kering. “Rawa Nagara mengalami defisit air pada Juli – September,” tutur Ir Akhmad Rijali Saidy MS, anggota staf pengajar di Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pada Oktober – Juni lahan seluas 126.000 ha itu tergenang sehingga tidak dapat ditanami.

Karpet rumput
Ukuran umbi bongsor karena Ipomoea batatas itu ditanam di tanah endapan yang lunak dan kaya bahan organik. Tanah di Nagara umumnya bergambut dan diselimuti serasah rumput babulu (rumput khas rawa, red). Pekebun mengumpulkan serasah rumput kering dan membentuknya menjadi seperti gulungan karpet sebagai mulsa. “Ubi nagara tumbuh di media berbahan organik tinggi sehingga perkembangan sel ubi nyaris tanpa hambatan,” kata Akhmad.
Itu yang membuat ukurannya besar. Tanpa perlakuan intensif pun setiap umbi bobotnya 3,5 – 7 kg. Produktivitas per hektar mencapai 40 – 60 ton dari    10.000 – 20.000  tanaman. Pada ubijalar lain dengan luasan sama, produktivitas hanya 25 – 40 ton dari 35.000 – 50.000 tanaman.
Akhmad menduga ukuran dan rasa ubi nagara berubah bila ditanam di luar rawa Nagara. “Kapasitas tukar kation (KTK) dan kandungan bahan organik rawa Nagara paling tinggi dibanding rawa lain di Kalimantan Selatan,” kata Akhmad. KTK merupakan kemampuan tanah “memegang dan melepas” kation seperti kalsium, magnesium, dan kalium. Umumnya semakin tinggi nilai KTK, kian subur tanah. Kandungan bahan organik tinggi membuat tekstur tanah menjadi lembut.
Pekebun memanen umbi 4 – 5 bulan pascatanam. Ubi tahan simpan hingga dua bulan pada suhu kamar. Umbi gembili nagara mengandung 31,73 % pati. Itulah sebabnya menurut Ir Tanwirul Millati MP, ketua Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, ubi nagara potensial diolah menjadi tepung.
Dalam bentuk tepung ubi tahan simpan dan lebih mudah diolah menjadi penganan lain.. Riset Tanwirul bersama tim beranggota Prof Dr Ir Raihani Wahdah MSi, Ir Mahrita MP, dan Udiantoro SP MSi menunjukkan rendemen ubi nagara mencapai 20 – 22%.  Tepung ubi nagara dapat menggantikan 75% penggunaan tepung terigu pada pembuatan cookies, pada bolu (45%).
Sementara pada pembuatan kerupuk tepung ubi nagara menggantikan 60% tepung tapioka. Pada produksi dodol mensubtitusi tepung beras hingga 20 – 40%. “Uji organoleptik pada 60 responden menunjukkan semua menyukai olahan makanan mengandung tepung ubi nagara,” kata Tanwirul. Si raksasa tidak sekadar nikmat sebagai ubi goreng. (Ridha YK, kontributor Trubus di Kalimantan Selatan)

Keterangan foto

  1. Ubijalar bobot 3,5 kg setara dengan kepala manusia
  2. Renyah saat digigit tapi lembut saat dilumat lidah.
  3. Ir Tanwirul Millati MP., tepung ubi nagara dapat menggantikan tepung tapioka, tepung ketan, dan tepung gandum
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img