Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan Beras Presokazi sebagai inovasi pangan premium yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan makanan berkualitas. Produk ini lahir melalui riset panjang untuk menghasilkan beras yang pulen, bersih, dan stabil ketika dimasak. Tahapan pascapanen dilakukan secara cermat agar karakter beras tetap utuh dan nyaman dikonsumsi.
Salah satu peneliti, Andrianto Ansari, S.TP., M.Agr., Ph.D., mengatakan bahwa Presokazi dikembangkan untuk menghadirkan beras yang bukan hanya enak disajikan, tetapi juga memberi manfaat gizi lebih baik. Beras ini diperkaya dengan zat besi (Fe) dan seng (Zn), dua unsur penting bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. “Presokazi kami kembangkan agar gizi keluarga bisa diperkuat lewat pangan yang sudah akrab di meja makan,” ujarnya.
Di laboratorium, tim peneliti melakukan serangkaian uji untuk memastikan nutrisi Presokazi tetap stabil sejak gabah dipanen hingga beras siap dikonsumsi. Setiap butir diuji kualitasnya agar tidak kehilangan rasa maupun karakter setelah melewati proses penyimpanan dan penggilingan. Pendekatan ini memastikan Presokazi layak disebut sebagai beras premium yang konsisten mutunya.
Tidak berhenti di laboratorium, pengembangan Presokazi melibatkan petani sebagai bagian penting dari rantai produksi. Para petani mendapat pendampingan untuk menerapkan teknik budidaya dan pascapanen sesuai standar. Kolaborasi riset dan praktik lapangan ini menjadi fondasi keberhasilan Presokazi. “Keberhasilan Presokazi tidak lepas dari komitmen petani yang mendukung pengembangannya,” tutur Andri.
Dari sisi konsumen, Presokazi dinilai memiliki rasa yang nyaman dan tekstur pulen meski dimasak dalam jumlah besar. Warna dan kebersihan butir beras juga menjadi keunggulan yang membuatnya diminati. Banyak keluarga mengaku bahwa nasi Presokazi terasa ringan namun tetap mengenyangkan. Hal ini menambah nilai bagi masyarakat yang mencari pilihan beras berkualitas.
Presokazi dinilai dapat membantu mencukupi kebutuhan gizi keluarga tanpa mengubah pola konsumsi yang sudah terbiasa. Kandungan zat besi dan seng yang lebih tinggi bermanfaat untuk tumbuh kembang anak dan menjaga daya tahan tubuh. Peningkatan kualitas pangan, menurut Andri, merupakan langkah sederhana namun penting dalam memperbaiki gizi keluarga.
Untuk memastikan Presokazi semakin mudah diakses masyarakat, peningkatan kapasitas produksi dan distribusi terus dilakukan. UGM menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra dan komunitas agar produk ini dapat menjangkau wilayah yang lebih luas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan inovasi pangan tersebut.
Beras Presokazi menjadi contoh bagaimana riset yang dirawat dengan serius dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Produk ini hadir sebagai bukti bahwa ilmu pengetahuan mampu meningkatkan kualitas konsumsi harian. Dengan komitmen berkelanjutan, Presokazi diharapkan menjadi pilihan pangan yang turut memperkuat ketahanan gizi keluarga Indonesia.
Foto: Dok. UGM
