Saturday, January 24, 2026

UHDP Menggandakan Produktivitas Mangga Chokanan di Lahan Kering

Rekomendasi
- Advertisement -

Kondisi lahan yang kering tidak membuat Banta Chandra gentar untuk berkebun mangga. Ia menanam 400 pohon mangga chokanan dengan jarak tanam 2,5 m × 3,5 m di lahan 4.000 m².

Pipa polietilen ia bentangkan untuk menjangkau area perakaran saat penyiraman. Ia menerapkan irigasi tetes untuk menghemat penggunaan air.

Menurut Banta, jarak tanam itu tergolong rapat. Para pekebun mangga lazimnya menggunakan jarak 8 m × 8 m atau 10 m × 10 m.

Dalam budi daya konvensional, lahan 4.000 m² hanya berisi 40—63 pohon. Sistem budi daya yang ia terapkan dikenal sebagai Ultra High Density Plantation (UHDP).

Saat ini, chokanan di kebun Banta berumur 3,5 tahun. Pada umur itu tinggi tanaman dipertahankan 1,5—2 m.

Ia memilih chokanan karena varietas itu tergolong genjah. Pada umur 2,5 tahun pohon di kebunnya sudah empat kali berbuah.

Mangga asal Thailand itu memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap beragam kondisi lingkungan. Sifat itu membuat chokanan sangat mudah dirawat.

Keunggulan lainnya adalah produktivitas yang tinggi. Mangga chokanan juga terkenal karena rasa daging buahnya yang sangat manis.

Rasanya setara dengan arumanis. Pantas jika chokanan mendapat julukan mangga madu di Malaysia.

Daging buahnya tebal dan lembut. Selain itu buah hampir tanpa serat dan memiliki aroma harum yang segar.

Dari pohon berumur 2,5 tahun, Banta memanen rata-rata 20 kg per pohon atau 8 ton per tahun. Ia menjual hasil panen kepada pengepul dan konsumen yang datang memetik sendiri.

Dengan harga minimal Rp15.000 per kg, ia meraup omzet Rp120 juta per tahun. Hasil itu lebih tinggi dibandingkan budi daya konvensional.

Jika jarak tanam 10 m × 10 m, maka lahan 4.000 m² hanya dihuni 40—63 pohon. Bila produktivitas sama, pekebun hanya memanen 800 kg buah.

Jika dijual Rp15.000 per kg, omzet yang diperoleh hanya Rp12 juta. Artinya, hasil panen UHDP lebih banyak 10 kali lipat dibandingkan sistem konvensional.

Banta juga menanam mangga kiojay meski jumlahnya tidak sebanyak chokanan. Saat ini kiojay masih dalam fase belajar berbuah.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img