Friday, August 12, 2022

Unik Jadi Daya Tarik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Buah kaca dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu mengupas
Buah kaca dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu mengupas

Andi Marten Pattunru menyebutnya buah kaca karena daging buahnya transparan seperti kaca.

Tanaman yang tumbuh di kebun Andi Marten Pattunru itu berbuah mungil dan berbentuk bulat sedikit oval seperti kersen Muntingia calabura. Warna kulit buahnya merah muda dengan bercak warna merah yang lebih muda daripada warna kulit. Rasanya manis dan terasa berair. Tekstur daging buahnya sedikit kenyal seperti lengkeng Dimocarpus longan. Andi memperoleh tanaman itu di Thailand pada 2012. Sejak April 2013 tanaman setinggi 2 meter itu mulai rajin berbuah. Buah biasanya muncul di ketiak ranting. Dalam sedompol terdapat 15—20 buah, 3—4 buah di antaranya matang berbarengan.

Warna daging buah itu sebetulnya bukan warna “asli” seperti saat Andi membeli di Thailand. “Waktu saya di Thailand warna buah transparan sehingga biji pun terlihat. Di sini warna buah menjadi cenderung merah,” kata pria asal Tanjungbira, Sulawesi Selatan, itu. Andi menduga perubahan warna itu karena tanaman terpapar sinar matahari penuh. “Di Thailand tanaman itu memang diletakkan di bawah naungan. Makanya saya mau coba menyimpannya di tempat teduh,” ujar pemilik nurseri Belantara itu.

 

Buah kaca termasuk tanaman perdu yang pertumbuhannya lambat
Buah kaca termasuk tanaman perdu yang pertumbuhannya lambat

Geografis 

Penangkar buah di Bogor, Jawa Barat, Eddy Soesanto pernah melihat tanaman perdu itu pada 2000. Sayang, ia lupa nama daerah tempat ia melihatnya pertama kali. “Yang saya ingat masyarakat di sana mengenalnya dengan nama cendana putih,” kata pemilik nurseri Tebuwulung itu. Eddy pun pernah punya satu pohon berumur 8 tahun dengan diameter batang 4 cm dan tinggi 150 cm. Ia menanamnya di bawah naungan. “Kalau terkena sinar matahari penuh, warna daging buahnya tak lagi transparan,” katanya.

Menurut dosen Fisiologi di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Ir Edhi Sandra MS, paparan sinar matahari memang dapat mempengaruhi perubahan pigmen. Perubahan pigmen adalah strategi tanaman menangkap energi dari sinar matahari sehingga tanaman tidak terbakar. “Makanya tanaman di daerah tropis dan dataran tinggi seperti di Puncak, Kabupaten Bogor, memiliki pigmen tanaman lebih dominan ketimbang subtropis,” kata Edhi. Itu karena paparan sinar ultraviolet di dataran tinggi lebih kuat. Selain radiasi ultraviolet, tingkat keasaman tanah pun dapat mempengaruhi warna dan daging buah yang dihasilkan.

Pada kasus jeruk, perbedaan intensitas sinar matahari di dataran rendah dan tinggi mempengaruhi perubahan warna dan ketebalan kulit. Peneliti plasma nutfah jeruk dan subtropika, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Emi Budiyati, mengatakan kulit jeruk yang ditanam di dataran rendah, kurang dari 800 m di atas permukaan laut (dpl) cenderung tipis dan berwarna hijau. Jika di dataran tinggi kulit jeruk menjadi tebal dan berwarna kuning. Contoh nyata terlihat pada jeruk siem yang kulitnya berwarna kuning dan menebal ketika ditanam di Kota Batu, Jawa Timur, yang merupakan dataran tinggi. Sementara siem yang ditanam dataran rendah seperti di Medan, Sumatera Utara, kulitnya tipis dan hijau.

Mangga bertanduk, tanduk sudah mulai terlihat sejak buah sebesar jempol
Mangga bertanduk, tanduk sudah mulai terlihat sejak buah sebesar jempol

Hervin Sasono di Malang, Jawa Timur. memiliki buah jeruk nipis berukuran jumbo hingga berbobot 1,5 kg atau setara kepala bayi berumur 3 bulan. Diameter melintang berukuran 17—20 cm. Dari buah berbobot 1 kg Hervin bisa memperoleh 250 ml air perasan jeruk nipis. Karena ukuran buah yang besar itulah Hervin menyebutnya jeruk nipis jumbo. Selain unik, jeruk nipis jumbo koleksi Hervin juga rajin berbuah, yakni hingga 3 kali panen dalam setahun. “Rasanya sama dengan jeruk nipis,” katanya.

Ciri khas jeruk nipis jumbo koleksi Hervin terlihat dari bentuk daun yang bergerigi. Kulit buah pun kasar dan pada buah tua bentuknya cenderung lonjong meski saat buah muda berbentuk bulat. Menurut ahli jeruk yang kini menjabat sebagai Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat, Ir Arry Supriyanto MS, dari ciri-ciri morfologi jeruk nipis jumbo itu lebih cenderung ke jenis lemon. “Bentuk nipis relatif membulat, daun tidak bergerigi, lebih berair, dan berkulit tipis,” kata Arry. Emi pun sepakat.

Label

Buah muda jeruk jumbo
Buah muda jeruk jumbo

Nun di Palembang, Sumatera Selatan, Johan Chandra, juga memiliki koleksi tanaman buah yang tak kalah unik yakni mangga bertanduk. Disebut demikian karena dari bagian sisi buah muncul tonjolan runcing menyerupai tanduk. Tanduk itu muncul sejak buah masih pentil sehingga buah berbentuk seperti ikon jempol yang kerap kita jumpai di salah satu situs jejaring sosial. “Ketika pertama kali berbuah pada awal 2013, saya kira hanya kebetulan dan sekali saja mendapatkan buah dengan bentuk seperti ini. Ternyata pada buah yang kedua, bentuknya sama dengan buah pertama,”  kata pria kelahiran 1980 itu.

Johan memperoleh mangga itu secara tidak sengaja. Pada 2012 ia membeli bibit mangga irwin hasil okulasi dari sebuah nurseri di Karawang, Jawa Barat. Namun, ketika berbuah ternyata mengeluarkan “tanduk”. Apakah itu mangga mutasi?

Menurut peneliti mangga Kebun Percobaan Cukurgondang, di Pasuruan, Jawa Timur, Ir Rebin, pada tanaman adakalanya terjadi mutasi akibat efek xenia, yakni efek langsung serbuk sari yang menyebabkan perubahan pada sosok biji dan buah yang muncul. “Efek xenia tidak terjadi pada mangga. Jadi kemungkinan salah label saat membeli,” ujar Rebin.  Rebin menuturkan seandainya si penjual tak keliru menempelkan label, maka mangga itu memang mengalami mutasi. “Namun, perlu diperhatikan warna kulit, aroma, dan rasanya apakah mirip dengan irwin atau tidak,” katanya.

Sayang, Johan belum mencicip rasa buahnya. “Buah dari panen perdana tidak sempat saya cicipi karena buah kelewat matang dan jatuh,” kata Johan. Namun perlu diperhatikan juga warna kulit, aroma, dan rasanya yang mirip dengan Irwin. “Kalau benar bermutasi maka mangga ini sangat unik dan menarik,” ujar Rebin. Pendapat serupa juga diutarakan Eddy. (Pressi Hapsari F)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img