Trubus.id—Pembibitan langkah pertama dalam budidaya hidroponik. Bustam Mongkoa, S.T., menuturkan, masa persemaian hingga menjadi bibit membutuhkan waktu 12—15 hari. Ciri bibit siap pindah ke meja produksi yakni tanaman memiliki 3—4 daun atau tinggi tanaman 7—8 cm.
Bustam menerapkan sistem nutrient film technique (NFT) sejak di persemaian. Pekebun hidroponik di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, itu memastikan betul nutrisi dan air terserap baik. Oleh karena itu, Bustam menggunakan spons berukuran 2,5 cm x 2,5 cm.
“Spons memiliki daya serap yang baik dan lebih ekonomis. Selain itu spons juga memiliki permeabilitas tinggi,” kata pemilik Maleo Hidroponik Morowali Farm itu. Bustam memberikan nutrisi hidroponik berdosis 200—500 ppm pada fase pembibitan.
Pilihan media tanam hidroponik lain datang dari mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Dwi Indah Yulianti, Iis Erlina, Nabiilah Syifa Muthia Ikhsan, Ridwan Lazuardi, dan Andika Hisyam Mahendra di bawah bimbingan Ir. Fahrizal Hazra, M.Sc., berkreasi membuat media tanam Sheeco.
Ferry—panggilan akab Fahrizal Hazra—menuturkan, Sheeco media tanam untuk budidaya hidroponik saat pembibitan. Produk itu terbuat dari limbah wol domba (53,33%) dan serat sabut kelapa atau cocofiber (13,33%).
Sheeco memiliki porositas tinggi sehingga benih tumbuh dengan nyaman. Selain itu Sheeco mudah terurai (biodegradable) lebih kurang dalam satu bulan.
“Kedua bahan organik itu bisa terdegradasi dan terdekomposisi sehingga menambah kandungan hara,” kata dosen di Divisi Bioteknologi Tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB, itu.
Alasannya wol domba dan serat sabut kelapa menjadi sumber nutrisi secara perlahan (slow release), maka ia dan tim menambahkan NPK dengan jumlah 6,33%.
Sheeco juga dilengkapi dengan planted mikoriza arbuskular—asosiasi mikrob dan cendawan dengan akar tanaman—yakni 26,67%. Manfaat mikoriza memproteksi akar dari penyakit dan melarutkan unsur fosfor (P).
“Fosfor kebanyakan terfiksasi di tanah kita yang relatif masam. Terfiksasi karena Al dan Fe sehingga unsur P sebanyak 35% tidak terpakai tanaman. Namun dengan mikoriza ikatan itu terputus sehingga P optimum diserap tanaman,” kata pria kelahiran Jakarta, November 1963, itu.
Mikoriza memiliki hifa atau benang-benang panjang sehingga penyerapan hara optimal. “Keunggulan lain bahan organik Sheeco memiliki daya serap air yang baik,” kata Ferry. Ia bersama mahasiswa meneliti Sheeco pada persemaian kangkung, bayam, dan caisim.
Hasilnya dalam waktu 5 hari tinggi bibit sekitar 10 cm. Biasanya bibit berumur lebih dari sepekan memiliki tinggi kurang dari 7 cm.
