Friday, August 12, 2022

VCO Sembuhkan Osteoartritis

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ia pun memaksakan diri bangkit ke kamar mandi. Saat mengenakan baju untuk ke kantor, sakit di tengkuk dan bahu kiri itu malah menjalar ke sekujur tangan kiri. Ketika menekuk siku, terdengar bunyi kretek… kretek. Rasa sakit pun makin tak terperikan. Saking sakitnya, Ardin meminta bantuan istrinya, Marantina Saragih. Keruan saja ia tak rela melepas suaminya ke kantor. Namun, karena ada urusan penting, Ardin bersikukuh.

Marantina menuntun Ardin menaiki mobil. Setelah mesin diaktifkan, rasa sakit mendera tangan kirinya ketika hendak menggerakkan tuas perseneling. Meski waswas, ia coba gunakan tangan kanannya. Mobil pun melaju perlahan. Belokan demi belokan ia lalui dengan hati-hati. Maklum, tangan yang dipakai untuk menyetir hanya satu. Bagi Ardin, padatnya arus lalu lintas di Sudirman ibarat dewa penyelamat. Pasalnya, arus lalu lintas tersendat, kecepatan mobil hanya 30-40 km/jam. Dengan begitu, ia bisa mengendarai dengan aman.

Awal petaka

Tiba di halaman kantor, Ardin pun lega. Ia langsung mencampakkan tubuh kurusnya di kursi empuk di belakang meja. Biasanya, Ardin langsung membolak-balik kertas kerja yang menumpuk di hadapannya.

Namun, kali ini tidak. Seraya merebahkan tubuh di sandaran kursi, pikiran Ardin menerawang. Jangan-jangan ini gejala komplikasi, pikirnya. Memang, sejak 1996 ia mengidap diabetes mellitus. Hari itu dilaluinya dengan penuh gelisah. Sepanjang perjalanan pulang, bayangan ketakutan terus-menerus menguntitnya. Ketika malam menjelang, mata Ardin tak kunjung terpejam. Derita sakit di tangan kiri, bahu, dan tengkuk makin menjadi. Keesokan harinya ia memeriksakan diri ke dokter di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta.

Serangkaian tes seperti tes darah dan rontgen dijalaninya. Saat menunggu hasilnya laksana menanti datangya el maut. Degup jantung berpacu kencang dan keringat dingin mengucur deras. Satu jam kemudian, suster menyerahkan hasil tes yang terbungkus amplop cokelat kepada dokter. Dokter menerawang hasil rontgen, Ada pengapuran pada persendian tangan dan bahu, katanya seperti diulangi Ardin. Kegelisahannya selama ini akhirnya menjadi kenyataan. Ayah 3 anak itu pun harus menjalani rawat inap.

Fisioterapi

Selama seminggu Ardin menjalani beberapa pengobatan untuk menstabilkan kadar gula darah. Selain itu, ia juga menjalani fi sioterapi. Setiap hari selama satu jam, tubuhnya disinari radiasi bioenergi. Sinar itu disorotkan ke sendi-sendi yang terasa sakit, yaitu bahu kiri dan tengkuk. Meski demikian tak ada perubahan berarti. Ia pun memutuskan untuk pulang dan memilih rawat jalan untuk fisioterapi seminggu dua kali. Toh setelah sepuluh kali, kesembuhan belum juga datang. Padahal, ia sudah merogoh kocek hingga jutaan rupiah. Setiap kali terapi, ia harus membayar Rp120.000. Ardin pun patah arang.

Suatu hari salah seorang teman lama dari Medan menghubunginya. Toni, sahabatnya, menyarankan agar Ardin menemui Hartono, pengobat di kawasan perniagaan Roxy, Jakarta Pusat. Awal November 2005, Ardin menemui Hartono. Sebotol soft capsul virgin coconut oil (VCO) alias minyak kelapa murni dibawanya pulang. Ardin pun rutin mengkonsumsi 3 kali sehari masing-masing 2 butir.

ebulan berselang, berangsur-angsur derita Ardin mulai sirna. “Saya merasa lebih bugar,” kata Ardin. Sakit di sekujur tangan Ardin mulai mereda. Ia pun mulai menggerakkan jari tangannya. Tak hanya itu, saat bahu kiri dan siku digerakkan, tak lagi terdengar bunyi ‘kretek’. Kini sehari-hari Ardin lalui dengan ceria.

Kalsium

Menurut Prof Dr dr Harry Isbagio SpPDKR KGer, guru besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pengapuran sendi karena kerusakan pada tulang rawan yang melapisi ujung tulang persendian. Tulang rawan itu berfungsi sebagai bantalan dan peredam kejut apabila dua ruas tulang berbenturan saat digerakkan.

Kerusakan itu timbul akibat usia, gerakan yang berlebihan, dan tekanan dari bobot tubuh. Orang berusia 40 tahun ke atas dan memiliki kelebihan bobot tubuh, bersiaplah terkena pengapuran. Akibatnya, tulang rawan sendi menipis sehingga terjadi benturan saat digerakkan. Karena pada ujung tulang berhimpun saraf-saraf, sehingga sakit yang tak terperi.

Seiring dengan terjadinya penipisan tulang rawan sendi, terbentuk osteofi t. Itu adalah tulang baru yang sebetulnya berfungsi memperbaiki kerusakan tersebut, tetapi gagal. Pembentukan osteofi t memperparah osteoartritis alias pengapuran sendi.

Menurut Hartono, minyak perawan berguna menaikkan daya ikat reseptor sel osteoblas pada tulang terhadap vitamin D. Dengan begitu, kalsium benar-benar diserap tulang sehingga mengurangi kalsium yang menumpuk di otot tendon sendi yang menjadi biang osteoartritis.

Namun, dokter ahli rematik RS Cipto Mangunkusumo itu berpendapat lain. Meski disebut pengapuran, osteoartritis tidak ada hubungannya dengan kalsium atau zat kapur. Penyebabnya murni karena gerakan sendi yang berlebihan. Osteoartritis umumnya menyerang sendi penopang tubuh, seperti sendi lutut, panggul, pinggang, dan tengkuk. Ia juga dapat menyerang jari tangan.

Menurut Harry, sampai saat ini belum ada obat osteoartritis. Apalagi memperbaiki kerusakan tulang rawan yang terjadi. Kalau pun ada, hanya untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Pengapuran tidak bisa diobati atau dicairkan sebagaimana dikatakan para penyembuh alternatif. Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, toh Ardin sudah merasakan hasilnya. (Imam Wiguna)

Trubus 435 – Februari 2006/XXXVII

Previous articleUlar Palsu
Next articleVol. 03 Adenium
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img