Sunday, November 27, 2022

Seri walet (104) ‘Digoyang’ Agar Bersarang

Rekomendasi

 

Menurut Herman, rumah walet berukuran 14 m x 12 m itu secara fisik sudah memenuhi syarat untuk ditinggali walet. Kondisi mikro lingkungan sudah diatur hingga memiliki suhu 28–30°C dan kelembapan 80%. Makro lingkungan pun dianggap mendukung. Pepohonan cukup banyak hingga radius sekitar 500 m dari rumah waletnya, sehingga sumber pakan alami serangga tersedia cukup. Semula saat sriti masuk senang banget. Populasinya terus bertambah, tapi waletnya tidak mau masuk, ujarnya.

Kehadiran sriti tak selalu menguntungkan. Seringkali menjadi senjata makan tuan. Lantaran populasi sriti terlalu banyak, populasi walet yang sudah ada pun bisa kabur karena terusik keberadaan Collocalia esculenta itu. Maklum tujuan akhir Herman bukan budidaya sriti melainkan walet

Peternak perlu mengetahui dinamika populasi sriti dan walet, ujar Boedi, pakar walet di Jakarta itu. Di Jawa umumnya, sriti akan menetap dahulu sebelum walet masuk. Namun kondisi itu berbeda dengan di Lampung, sebagian Belitung, dan Medan. Di sana lantaran populasi sriti sedikit, rumah akan langsung dimasuki oleh Collocalia fuciphaga itu.

Digoyang

Menurut konsultan walet dari Eka Walet Center, Hary K. Nugroho, ada cara untuk menggenjot koloni walet. Namun sebelum cara itu dipakai peternak perlu mengetahui kondisi populasi burung layang-layang itu. Lihat dahulu apa yang dominan di sekitar lingkungan rumah walet. Lebih banyak sriti atau waletnya, kata Hary. Jika memang sriti dominan berarti perlu pertolongan.

Koloni walet yang sudah bersarang harus dipacu agar cepat beranak-pinak. Agar tujuan itu tercapai perubahan lingkungan yang drastis perlu dihindari seperti fluktuasi suhu dan kelembapan. Begitu pula dengan gangguan-gangguan lain seperti bising, asap, dan kehadiran hama tikus dan kecoak yang menyebabkan walet kabur. Bila populasi bisa bertambah 10-20% itu sudah sangat bagus, tutur Hary.

Penggantian telur dapat pula mengurangi sriti. Setiap ada sriti bertelur segera menggantinya dengan telur walet. Penggantian telur dilakukan sedini mungkin. Jika jumlahnya banyak penggantian harus dilakukan serempak Istilahnya dengan cara ‘mengoyang’ agar sriti menjadi tidak betah, ujar Boedi. Namun cara itu cukup berisiko. Bila terus-menerus dilakukan bisa-bisa seluruh sriti minggat. Padahal sriti dapat diandalkan untuk menjadi mesin penetas alami.

Buat kamar

Menurut Hary, pertukaran telur tetap mempertimbangkan populasi sriti. Idealnya pergantian telur dapat dilakukan jika sarang sriti berjumlah 50–100. Penggantian telur pun hanya dilakukan 50% pada sriti yang bertelur. Salah satu telur dari sriti diganti telur walet. Penggantian paling baik dilakukan saat memasuki musim hujan ketika sriti lebih suka mengeram. Populasi walet diharapkan akan naik seperti mobil yang berjalan dijalur cepat, tapi populasi sriti seperti mobil dijalur lambat, ujarnya.

Cara lain dengan menggelapkan kondisi ruangan. Sriti sangat menyukai kondisi sedikit terang. Dengan memperkecil lubang masuk kondisi dalam rumah akan lebih gelap. Itu sangat disukai walet tapi dibenci sriti. Dengan cara itu sriti akan terusir dengan sendirinya. Penjarangan sarang sriti juga dapat mengurangi populasi sriti, tambah Boedi.

Seandainya tidak mempan, Doktor Biologi lulusan Universiteit Hamburg itu menyarankan mengungsikan sriti ke kamar lain yang suasananya membuat betah sriti tinggal. Ruangan itu misalnya perlu kamar berukuran cukup luas sehingga sriti mudah berputar-putar. Demikian juga dengan memperbanyak tempelan sarang pada tembok atau plafon.

Salah satu tanda keberhasilan populasi walet meningkat dengan melihat sarang banci yang ada. Sarang itu ditandai dengan sarang sriti di bawah dan liur walet di atasnya. Jika jumlah sarang banci banyak berarti populasi walet sudah meningkat. Cara itu yang kini dipakai juga peternak senior dalam menakar populasi walet sebelum membeli rumah walet, ujar Hary. (Dian Adijaya S)

Previous articleUlar Palsu
Next articleBatu Luruh Karena Laurat?
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img