Trubus.id – Buah durian monthong yang jatuh sebelum matang dengan tangkai layu bisa menjadi pertanda adanya serangan penyakit. Menurut Sobir, PhD, pakar pertanian, kondisi tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh cendawan Phytophthora palmivora yang berkembang pesat di musim hujan.
Cendawan itu menyerang tanaman durian saat kelembapan tinggi, terutama saat fase pembentukan buah.
Untuk mengatasi serangan tersebut, disarankan penggunaan fungisida berbahan aktif metalaxyl, fosetyl-Al, ofurace, milfuram, atau cyprofuram secara rutin. Penyemprotan sebaiknya dilakukan sejak awal pembentukan buah, khususnya pada musim hujan yang rentan terhadap infeksi jamur.
Dari segi pemupukan, satu bulan sebelum panen dianjurkan melakukan pemupukan daun dengan melarutkan 50 gram kalium nitrat (KNO₃) dan 50 gram kalsium nitrat (Ca(NO₃)₂) ke dalam 20 liter air.
Untuk memperkuat buah dan meningkatkan kualitas rasa, pemupukan boron (B) juga penting dilakukan melalui tanah saat tanaman mulai berbunga, dengan dosis 10 gram per meter persegi di bawah tajuk pohon.
Frekuensi hujan yang tinggi turut memengaruhi kualitas dan ketahanan buah durian. Hujan yang terus-menerus memperbesar risiko infeksi penyakit, mengurangi kemanisan buah, dan menyebabkan wet core atau bagian dalam buah yang terlalu basah.
Untuk itu, penyemprotan fungisida berbahan aktif fosetyl-Al dengan dosis 30–50 gram per 20 liter air perlu dilakukan pada 30 hari setelah berbunga dan 30 hari menjelang panen.
