Trubus.id – Limbah ikan dan mikroalga yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, berhasil disulap menjadi pupuk organik cair oleh Rendi Satria Telaumbanua. Mahasiswa Program Studi Sains Lingkungan Kelautan, Institut Teknologi Sumatera itu menciptakan Biogrow sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan.
Terinspirasi dari pengalamannya mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan (BPKIL) Serang, Rendi menemukan potensi besar dalam mikroalga Chlorella sp.. Mikroorganisme ini terbukti memiliki kandungan nutrisi tinggi namun masih jarang digunakan untuk sektor pertanian.
“Limbah ikan seringkali dibuang begitu saja. Padahal, Indonesia adalah negara maritim dengan produksi ikan yang melimpah. Sementara mikroalga punya potensi besar, tapi masih minim dimanfaatkan untuk pertanian,” jelas Rendi.
Dengan menggabungkan limbah ikan dan Chlorella sp., Rendi mengembangkan Biogrow sebagai pupuk organik cair (POC) yang berpotensi memperbaiki kualitas tanah dan menyehatkan tanaman.
Risetnya tidak hanya bertumpu pada pengalaman lapangan, tapi juga didukung oleh berbagai literatur nasional dan internasional. Rendi juga aktif berdiskusi dengan mahasiswa lintas universitas untuk memperkuat dasar ilmiah dari produk inovatifnya.
“Awalnya saya ragu. Tapi saya pikir, kenapa tidak mencoba tantangan baru,” ujarnya. Meski berlatar belakang ilmu kelautan, ia percaya bahwa inovasi tidak harus dibatasi oleh disiplin ilmu.
Ia memberi nama produknya Biogrow karena memiliki filosofi tumbuh secara alami dan berkelanjutan. Biogrow diklaim tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan serta mampu mendukung pertanian organik di Indonesia.
“Saya belajar bahwa kita tidak boleh minder dengan lawan besar. Yakin saja dengan kemampuan diri sendiri dan terus berusaha. Saya juga belajar pentingnya manajemen waktu dan kekuatan tim,” tuturnya.
Rendi berharap Biogrow dapat dikembangkan lebih lanjut hingga bisa diterapkan secara luas oleh para petani. “Semoga ini jadi awal dari inovasi lintas sektor yang lebih luas,” harapnya.
