Monday, May 4, 2026

D-Ruminansia: Inovasi IPB University untuk Pemantauan Kandang Sapi Perah Berbasis IoT

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Pemantauan kondisi kandang sapi perah kini tak lagi harus dilakukan secara manual. Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, Dr. Iyep Komala, bersama Dr. Muhammad Fairuz (alumni Fakultas Peternakan IPB), mengembangkan sebuah inovasi teknologi berbasis Neuroband Internet of Things (NB-IoT) yang diberi nama D-Ruminansia.

Teknologi ini merupakan sistem monitoring mikroklimat dengan kendali jarak jauh yang dirancang untuk memantau kondisi kandang secara real-time. D-Ruminansia hadir sebagai solusi untuk peternakan rakyat yang selama ini belum memiliki sistem pemantauan mikroklimat secara rutin dan akurat.

Atasi Heat Stress pada Sapi Perah

Sapi perah merupakan jenis ternak yang sangat rentan mengalami heat stress, yaitu stres akibat suhu dan kelembapan tinggi di lingkungan kandang. Untuk mendeteksi hal ini, digunakan indikator Temperature Humidity Index (THI). Namun, pengukuran THI selama ini masih dilakukan secara manual dan terbatas pada kegiatan penelitian.

“Inilah alasan kami mengembangkan D-Ruminansia. Alat ini memungkinkan peternak mengontrol kondisi kandang dari jarak jauh dan mengetahui apakah sapi-sapinya berada dalam kondisi nyaman atau tidak,” ujar Dr. Iyep pada kanal IPB TV.

Sensor Lengkap dan Pemantauan Real-Time

D-Ruminansia dilengkapi dengan berbagai sensor untuk mengukur suhu, kelembapan, kecepatan angin, intensitas cahaya, kadar amonia, serta THI. Semua data dikirim secara real-time dan dapat diakses melalui komputer atau smartphone berbasis Android melalui platform.

Data dari alat ini tersimpan di cloud, dan bisa diatur interval pengambilan datanya—misalnya setiap 1 menit, 30 menit, atau 1 jam. Seluruh data ini juga dapat diunduh kapan saja oleh pengguna.

Tak hanya itu, D-Ruminansia juga dilengkapi dengan kamera pemantau untuk merekam tingkah laku ternak. Fitur ini memberi nilai tambah dalam hal observasi visual terhadap kenyamanan dan aktivitas sapi perah di kandang.

Sudah Diuji di Berbagai Lokasi

Saat ini, D-Ruminansia telah diimplementasikan di sejumlah lokasi seperti Balai Embrio Ternak Cipelang (Bogor), peternakan rakyat di Ciciruk dan Kunak (Bogor), Peternakan Sapi Perah Pondok Rangon (Jakarta), dan Balai Penelitian Sapi Perah di Lembang (Jawa Barat).

“Antusiasme dari peternak dan balai sangat tinggi karena alat ini memudahkan mereka memantau kondisi kandang secara praktis dan akurat,” ungkap Dr. Iyep.

Menuju Peternakan Pintar Berbasis IoT

Tak hanya memantau, sistem ini juga memiliki potensi untuk melakukan kontrol otomatis. Misalnya, jika THI menunjukkan angka di atas 72, sistem dapat mengaktifkan kipas atau blower secara otomatis melalui sensor atau perintah jarak jauh. Modul otomatisasi ini sudah tersedia dan akan terus dikembangkan.

Melalui D-Ruminansia, IPB University berharap dapat meningkatkan produktivitas susu, kenyamanan hewan, dan kesejahteraan peternak. Inovasi ini juga menjadi langkah nyata menuju konsep peternakan ruminansia berbasis smart farming di Indonesia.


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This