Trubus.id – Afif Hadi Muzaeni tersenyum puas setelah memanen sekitar 20 ton talas pratama pada 2024. Hasil panen itu berasal dari 5.000 tanaman talas di lahan seluas 2.500 m² dengan usia tanam 7 bulan 15 hari.
Saat itu harga jual talas pratama mencapai Rp8.000 per kilogram. Dengan begitu, Afif memperoleh omzet sebesar Rp160 juta.
Setelah dipotong ongkos produksi, pria asal Desa Drajat, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu meraih laba bersih sekitar Rp40 juta. “Hasil panen dijual ke Bogor, ada permintaan pedagang, bahkan ada yang datang langsung ke lahan,” ujar Afif.
Pedagang dari Bogor secara rutin meminta 6 ton talas pratama per pekan. Syaratnya, umbi harus mulus, bagus, dan tidak busuk.
Afif Hadi Muzaeni pun memasok talas berbobot 1 kg ke sebuah perusahaan besar penjual buah lokal dan internasional. Ia juga diminta memasok talas ke gerai kopi waralaba asing ternama.
Umbi berbobot 1 kg sebenarnya tergolong tua, tapi pertumbuhannya kurang maksimal. Meski begitu, dari total panen, sekitar 10—20% terdiri dari umbi dengan berat tersebut.
Afif juga pernah mengirimkan 5 ton talas sebagai sampel ke pabrik tepung di Jawa Tengah. Pabrik itu kemudian meminta pasokan rutin sebanyak 30 ton per bulan.
Namun, Afif belum bisa menyanggupi karena masih fokus meningkatkan kapasitas produksi. “Prospek talas masih sangat bagus,” ujar pendiri PT Mateo Riset Green Taro itu.
Foto: Afif Hadi Muzaeni menanam talas pratama sejak 2023 karena perawatan lebih mudah dan peluang pasar terbuka. Foto: Dok. Afif Hadi Muzaeni
