Monday, May 4, 2026

Bisnis Manis Sayur Premium

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Tren konsumsi sayuran berkualitas cenderung meningkat dibandingkan lima tahun silam. Itu karena adanya tren gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

Konsumen yang ingin mendapatkan makanan sehat pun rela merogoh kocek lebih dalam. Ya, harga sayuran berkualitas alias premium memang biasanya lebih mahal.

Maklum, produk sayuran premium lekat dengan pasar modern. Untuk berhasil menembus pasar modern, sayuran perlu melewati proses sortasi dan kontrol produk yang ketat.

Pekebun sayur di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Ikhsanudin, memproduksi sayuran premium. Ikhsanudin menanam brokoli di dalam rumah tanam.

Ia menjual hasil panen brokoli di pasar modern. Ikhsanudin berhasil memasok lima pasar modern yang ada di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

“Harga sayur selalu stabil dan lebih tinggi daripada harga di pasar tradisional,” tambah Ikhsanudin. Tentu saja sayuran brokoli yang dihasilkan oleh Ikhsanudin merupakan produk premium.

Hasil panen itu sudah melewati rentetan kontrol produk untuk bisa masuk ke pasar modern. Supaya masuk kategori produk premium, susunan bunga brokoli harus tampak rapat.

Pada lapisan atas bunga terdapat warna keputihan. Seolah terlihat seperti ada kabut yang menyelimuti.

Saat dipisahkan menggunakan tangan terasa sulit. Struktur bunga brokoli yang sangat rapat merupakan kategori sayuran berkualitas unggul.

Sayur tidak mudah layu dan tahan hingga 2—3 hari pada suhu ruang. Berbeda dengan brokoli kualitas rendah.

Lapisan bagian atas bunga tampak kekuningan dan layu. Ketahanannya pun hanya 1—2 hari pada suhu ruang.

Ikhsanudin rutin memasok 60—100 kg brokoli segar per pekan ke pasar modern. Ia tidak pernah khawatir saat pergantian musim.

Jadwal tanam yang berlaku di kebun Ikhsanudin sesuai dengan rencana yang disusun. Hal itu menyebabkan jadwal panen pun dilakukan dengan rutin.

Ia rutin memanen brokoli setiap Rabu dan Ahad. Sekali panen Ikhsanudin menuai 30—50 kg brokoli segar.

Untuk jadwal pengiriman dilakukan pada hari berikutnya, yakni Kamis dan Senin. Menurut Ikhsanudin, kualitas dan kontinuitas menjadi kunci supaya produk lolos pasar modern.

Ia terikat dengan kesepakatan tertulis untuk menyediakan produk secara berkelanjutan. Manajemen budi daya dan panen yang terorganisir membantu kerja sama itu berjalan dengan baik.

Pemilik Soga Farm itu bertekad mempertahankan kualitas produk. Musababnya, selisih harga brokoli di pasar tradisional dan pasar modern tergolong tinggi.

“Harga pasar modern bisa tujuh kali lipat lebih tinggi,” ujar Ikhsanudin. Selain brokoli, Ikhsanudin juga menanam berbagai jenis sayuran lain seperti selada, pakcoy, dan kubis.

Ia menanam sayuran di lahan seluas 1 hektare. Menurut Ikhsanudin, penggunaan rumah tanam mampu menghasilkan sayuran berkualitas.

“Kebutuhan nutrisi dan air bisa ditakar dengan pas,” ujar Ikhsanudin.


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This