Trubus.id-Selama ini, pelaku usaha seperti Meridianto—asal Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur—mengandalkan rice cooker elektronik untuk memproduksi bawang hitam (black garlic). Alat ini digunakan karena praktis: bawang putih cukup dibersihkan, dimasukkan ke dalam alat, dan proses fermentasi dimulai dengan menekan tombol.
Namun, metode ini memiliki banyak keterbatasan. Meridianto mengaku waktu yang dibutuhkan cukup lama, yaitu sekitar 15 hari untuk menghasilkan bawang hitam dengan kualitas yang sesuai standar. Selain itu, ia harus rajin memantau dan membalik posisi bawang putih secara berkala agar tidak gosong. Hal ini terjadi karena rice cooker tidak memiliki pengatur suhu dan bentuk tabungnya membuat bawang bertumpuk, sehingga fermentasi menjadi tidak merata.
“Kapasitas rice cooker saya hanya 5 liter. Itu pun hanya bisa menampung sekitar 2 kg bawang putih. Jadi, hasilnya sedikit dan tidak bisa memenuhi permintaan pasar yang lebih luas,” ujar Meridianto. Untuk meningkatkan produksi, ia bahkan harus membeli rice cooker tambahan.
Pengalaman serupa juga dirasakan Oktavianus Raja dari Kota Batu, Jawa Timur. Ia telah mencoba beberapa variasi waktu pemanasan: 6 hari, 10 hari, dan 14 hari. Namun, dari uji coba itu, ia menyimpulkan bahwa waktu ideal fermentasi adalah 14 hari, di mana aroma, warna, rasa, dan tekstur bawang hitam mencapai kualitas terbaik.
Inovasi dari Mahasiswa Universitas Brawijaya
Kabar baik datang dari Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya (UB). Lima mahasiswa UB, yaitu Andy Pratama Nugraha, Nandya Nadhalia, Melati Ayuning Putri, Sang Norma Lintang Asmara, dan Nur Rahmat Khairi, berhasil menciptakan inovasi teknologi mesin fermentasi bawang hitam yang dinamakan Camion.
Inovasi ini dikembangkan dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa – Penerapan Teknologi (PKM-T). Camion merupakan alat fermentasi khusus yang dirancang untuk menciptakan kondisi optimal selama proses pembuatan black garlic, seperti pengaturan suhu, kelembapan, dan waktu fermentasi yang presisi.
Mesin ini menjadi jawaban atas kendala yang dihadapi oleh banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seperti Wikischool, produsen black garlic dengan merek Dejanu. Dengan alat seperti Camion, pelaku usaha tidak perlu lagi bergantung pada rice cooker berkapasitas kecil, serta dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi secara signifikan.
Inovasi Camion diharapkan menjadi solusi tepat guna bagi pelaku UMKM yang ingin meningkatkan daya saing produk black garlic, baik di pasar lokal maupun ekspor.
