Wednesday, May 20, 2026

Cara Merawat Ikan Arwana Superred: Warna Tetap Menyala & Tidak Pudar

Rekomendasi
- Advertisement -

Arwana superred (Scleropages Formosus) termasuk ikan hias premium yang keindahannya ditentukan oleh pancaran warna sisik. Ada tiga faktor utama yang berperan besar mempertahankan warna ikan yakni pakan, kualitas air stabil, dan intensitas cahaya yang tepat.

Pemanfaatan pakan tinggi karotenoid terbukti meningkatkan pigmentasi. Penelitian oleh Tanaka dan rekan dalam Aquaculture Research menunjukkan bahwa sumber alami karotenoid seperti udang, krill meal, dan astaxanthin mampu meningkatkan warna merah oranye pada ikan hias melalui deposit pigmen di kromatofor sisik. Hasil serupa juga dicatat dalam penelitian Gouveia dan Rema dalam Reviews in Fisheries Science, yang menegaskan bahwa karotenoid tidak dapat disintesis oleh ikan. Jadi, harus tercukupi dari pakan harian. Tidak heran kombinasi pakan seperti jangkrik, udang kecil, dan pelet dengan tambahan astaxanthin menjadi standar bagi para pehobi.

Faktor kedua yang menentukan kestabilan warna ikan yakni kualitas air. Khususnya kestabilan pH, suhu, dan kadar amonia. Menurut kajian Lim dan Webster dalam buku Nutrition and Fish Health, stres akibat kualitas air buruk menghambat metabolisme pigmen dan mengurangi ekspresi warna. Arwana superred ideal dipelihara pada pH 6,2—7,2, suhu 27—30°C, serta amonia dan nitrit mendekati 0 mg/L. Pergantian air 20—25% per minggu membantu menjaga parameter tetap stabil. Sistem filtrasi biologis yang baik menjadi syarat mutlak untuk meminimalkan fluktuasi yang memengaruhi warna.

Selain pakan dan kualitas udara, intensitas cahaya juga berperan dalam mempertahankan ketajaman warna arwana. Penelitian oleh Yasir & Qin dalam Aquaculture pada ikan hias Acanthopagrus butcheri menunjukkan bahwa intensitas cahaya sedang–tinggi meningkatkan aktivitas kromatofor sehingga pigmen karotenoid lebih tampak pada sisik. 

Arwana superred membutuhkan pola pemeliharaan yang konsisten. Kombinasi pakan tinggi karotenoid yang tepat, air bersih dan stabil, serta pencahayaan teratur adalah fondasi agar warna merahnya tetap menyala seperti batu permata. Dengan mengikuti pendekatan ilmiah tersebut, pehobi dapat menjaga kualitas warna arwana dalam jangka panjang. (Naya Maura Denisa)


Artikel Terbaru

Waspadai Hantavirus, Penularannya Berkaitan dengan Tikus

Trubus.id-Pakar entomologi kesehatan dari IPB University mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus tanpa menimbulkan kepanikan. Virus zoonosis itu...

More Articles Like This