Wednesday, May 20, 2026

Teknologi Sensor Tanah Jinawi Bantu Petani Terapkan Pemupukan Presisi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Pemupukan presisi menjadi salah satu pendekatan baru untuk meningkatkan efisiensi budidaya padi. Teknologi sensor tanah Jinawi hadir membantu petani mengetahui kebutuhan hara secara lebih akurat sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efektif.

Menurut Sales Executive PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa, Eka Irawan, Jinawi merupakan sensor pintar yang terhubung dengan aplikasi RiTx Bertani. Teknologi itu mampu menganalisis kondisi tanah secara komprehensif melalui pengukuran beberapa parameter penting.

Parameter yang diukur meliputi nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), tingkat keasaman tanah (pH), suhu, kelembapan tanah, dan electrical conductivity (EC). Data tersebut menjadi dasar penyusunan rekomendasi pemupukan presisi.

Dosen Program Studi Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember, Hasbi Mubarak Suud, S.T.P., M.Si., menjelaskan bahwa pengukuran soil electrical conductivity (EC) menjadi salah satu metode yang berkembang dalam sistem pertanian presisi.

Nilai EC menunjukkan kemampuan tanah menghantarkan arus listrik. Daya hantar listrik itu dipengaruhi kandungan garam bebas pada kadar air tanah serta ion-ion yang terdapat di permukaan partikel tanah.

Menurut Hasbi, pengukuran EC memiliki sejumlah keunggulan dibanding metode analisis tanah lain. Selain lebih cepat, biaya operasionalnya juga relatif rendah dan mudah diterapkan di lapangan.

Nilai EC juga berkorelasi dengan kandungan unsur hara tanah seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Dalam sejumlah penelitian, nilai EC memiliki hubungan cukup kuat dengan kadar N, P, dan K meski dipengaruhi faktor lain seperti kadar air, kepadatan tanah, topografi, vegetasi, dan pengolahan lahan.

Setelah proses analisis selesai, aplikasi RiTx Bertani akan memberikan rekomendasi jenis dan dosis pupuk sesuai kondisi lahan. Sistem juga mempertimbangkan komoditas, jenis tanah, serta teknik budidaya yang digunakan petani.

Cara penggunaan Jinawi relatif sederhana. Petani cukup mengunduh aplikasi RiTx Bertani di telepon pintar Android, kemudian menghubungkan perangkat sensor melalui bluetooth. Sensor lalu ditancapkan ke tanah pada beberapa titik pengukuran agar hasil lebih akurat.

Aplikasi selanjutnya menampilkan hasil analisis kondisi tanah beserta rekomendasi dosis pupuk presisi yang diperlukan. Semua riwayat pemupukan tersimpan dalam sistem sehingga mudah dipantau.

Menurut Eka, Jinawi merupakan produk lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 49,13%.

“Jinawi merupakan karya anak bangsa dengan kualitas teruji dan dukungan teknis yang terpercaya,” ujar Eka.


Artikel Terbaru

Sukun, Si Roti Tropis Calon Pangan Masa Depan

Trubus.id-Dulu sukun identik dengan gorengan hangat di sore hari atau sekadar makanan pengganjal perut. Namun kini pamor sukun mulai...

More Articles Like This