Ancaman mengintai vanili sejak pembibitan hingga panen.

Setiap setekan vanili sepanjang 1 m memiliki 5—8 ruas. Susanto memotong-motong batang vanili setinggi 1 meter itu menjadi 8 bibit masing-masing berukuran 15 cm. Setiap bibit hanya memiliki 1 ruas. Dari 20 potongan setek, hanya 2 bertunas, sisanya membusuk. Membibitkan vanili terdiri atas satu ruas memang lebih irit. Menurut pekebun vanili di Jember, Abu Darin, pembibitan satu mata tunas memang berisiko gagal tumbuh.
Lazimnya pekebun menanam setekan sepanjang 1 meter sehingga peluang tumbuh lebih besar. Setelah tunas tumbuh, tanaman vanili muda itu pun belum aman. Pekebun vanili di Cilacap, Jawa Tengah, Arie Cahyadi, mengatakan bahwa pekebun sebaiknya menjauhkan vanili dari pohon kayu cepat tumbuh seperti jabon, sengon, dan jati genjah. Alasannya, “Akar-akarnya agresif menyerap hara tanah sehingga menghambat perkembangan vanili,” kata Arie Cahyadi.
Pencurian

Saat mendapat tajar atau rambatan yang tepat, vanili berbunga dan berbuah pada tahun ke-4 atau sejak berumur 3 tahun. Pekebun harus meluangkan waktu pada pagi hari sebelum embun mengering untuk menyerbuk bunga. Tanpa keahlian atau pengalaman, penyerbukan bunga terancam gagal seperti pengalaman pekebun di Ciamis, Jawa Barat, Lilik Mustafa. Sekitar 300 tanaman yang berbunga untuk kali pertama di lahan seluas 1.250 m² gagal menjadi polong.
Aral lain mengebunkan vanili adalah pencurian. Menanti panen vanili itu menjadi sia-sia kalau pencuri menuai polong lebih dahulu. Hal itulah yang memicu Lilik memanen ketika umur vanili baru 7 bulan. Pada umur itu memang masa rawan. “Pencuri biasanya beraksi ketika buah berumur 5—7 bulan,” kata pekebun vanili di Bondowoso, Jawa Timur, Rudy Ginting. Pekebun mengantisipasi dengan perondaan di kebun sejak polong berumur 5 bulan.

Namun, beberapa pekebun memilih pasrah. Salah satunya pekebun di Ambulu, Jember, Misbah. Pada April 2018, Misbah hanya kebagian 62 kg polong segar dari tanaman berumur 3 tahun miliknya. Ia memperkirakan 2.000 tanaman di lahan 1.250 m2 mestinya menghasilkan minimal 100 kg polong segar. Begitu melihat banyak tandan buah tiba-tiba lenyap, kakek 7 cucu itu langsung menghubungi pengepul yang terbiasa membeli. Padahal, lokasi lahannya berjarak 20 m dari pintu depan rumahnya dan berpagar bambu.
Momok lain pekebun vanili adalah serangan busuk batang. Penyakit akibat cendawan Fusarium sp. itu menyebabkan sulur (batang) membusuk. Penyebab lain busuk adalah cendawan Verticillium sp. Gejala keduanya agak berbeda, meski sama-sama fatal dan mematikan. Bagian dalam sulur terserang Fusarium tampak bergaris-garis kecokelatan, sementara Verticillium menyebabkan pembuluh dalam sulur bergaris kehitaman.
Purnatugas peneliti vanili dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor, Prof. Dr. Mesak Tombe, menganjurkan calon pekebun banyak mempelajari seluk-beluk vanili sebelum menanam. Apalagi ketika harga tinggi seperti sekarang, harga bibit pun ikut terkerek naik. “Menanam vanili memerlukan modal besar,” kata Mesak. Demi menghindari penyakit, Mesak menyarankan pemilihan bibit dari tanaman sehat. (Argohartono Arie Raharjo)
