Wednesday, January 28, 2026

Saat Sehat Minum Herbal

Rekomendasi
- Advertisement -

 

Mereka mengonsumsi herbal bukan karena sakit, tapi bagian dari gaya hidup.

Baru 2 jam lagi matahari muncul, tapi Husein Leo sudah memacu kendaraannya di ruas tol Jakarta—Cikampek hendak ke Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ia menempuh total 5 jam untuk sampai di tujuan. Ayah 1 anak itu jauh-jauh datang untuk memotret produk konsumen yang memesan jasanya. Hobi fotografi yang ia tekuni sejak kuliah di Singapura menjadi mata pencahariannya.

Rimpang temulawak melindungi hati dan aman diminum setiap saat.

Sepuluh jam berkutat dengan pemotretan, Husein masih harus menempuh 5 jam kembali ke kediamannya di Cipete, Jakarta Selatan. Lewat tengah malam, pria 41 tahun itu baru bisa berbaring di tempat tidur. Esoknya ia terikat janji dengan relasi lain. Alumnus jurusan perhotelan sebuah akademi di Singapura itu mesti menjaga kebugaran tubuhnya. Bukan suplemen mahal impor yang ia andalkan, melainkan rimpang asli Indonesia.

Lokal

Dua tahun terakhir Husein Leo menjadikan rimpang anggota famili Zingiberaceae itu penjaga stamina. Tentu saja bukan dalam bentuk segar. Ia membuat minuman beras kencur, kunyit asam, temulawak, dan wedang jahe siap konsumsi dalam botol bervolume 250 ml. “Beras kencur memperkuat imunitas sehingga jarang batuk pilek, kalau wedang jahe mencegah serangan penyakit ketika kelelahan,” ungkapnya.

Husein minum wedang jahe sebelum berangkat ke luar kota. Pada waktu berbeda, ia minum beras kencur atau temulawak. Itu sebabnya meskipun kerap beraktivitas hingga larut malam, ia jarang sakit. Mengapa herbal? “Semula niatnya cuma menghindari obat kimia. Banyak riset menyatakan pengaruh buruk konsumsi obat-obatan kimia,” katanya.

Tuti Tri Asturi (kiri) dan Siti Aminah dari Kafe Jamu Bukti Mentjos.

Riset ilmiah juga yang mendasari Husein memilih rimpang lokal. Harga dan kemudahan memperoleh juga menjadi pertimbangannya memutuskan menggunakan kencur, jahe, dan temulawak. Yang terpenting adalah produksi lokal. “Pasokan herbal lokal terjamin, harganya bebas dari fluktuasi mata uang, dan memberikan penghasilan bagi petani maupun pedagang lokal,” kata salah satu pegiat Komunitas Organik Indonesia (KOI) itu.

Di Jakarta Barat, Felix Susanto juga gemar mengonsumsi herbal bukan karena sakit, tapi semata menjaga kondisi tubuh. “Saya mudah capai padahal aktivitas menuntut kebugaran tubuh,” kata alumnus Universitas Tarumanagara, Jakarta itu. Maklum, sebagai wirausahawan usaha kecil, ia harus menangani sendiri pembelian, produksi, pemasaran, sampai pengiriman.

Untuk menjaga kondisi, sejak 3 tahun lalu Felix rajin minum temulawak. Ia mengolah rimpang Curcuma xantorrhiza itu menjadi minuman dalam botol siap konsumsi. Untuk menghindari penambahan pengawet, setiap mengolah ia hanya membuat dalam jumlah sedikit. “Setelah sering konsumsi temulawak, saya tidak mudah capai. Saat cuaca ekstrem pun tidak gampang sakit,” ungkapnya. Ia memilih temulawak lantaran aman untuk lambung sehingga bisa dikonsumsi setiap saat. Selain itu, rimpang kaya xantorizol itu juga menjaga fungsi hati.

Muda

Bagi Felix dan Husein, konsumsi olahan herbal menjadi gaya hidup. Olahan rimpang lokal dalam bentuk praktis itu mudah dikonsumsi dan minim efek samping. Selain menjauhkan obat kimia, olahan praktis itu juga mendatangkan rupiah bagi pundi-pundi mereka. Tiga tahun terakhir, Felix meluncurkan temulawak dan kunyit asam dalam botol siap minum dengan merek Kertaloka. Awalnya, “Keluarga sering ikut minum, kemudian saudara memesan lalu minta dikirimi,” kata Felix.

Cara sama juga dilakukan Husein yang melabeli minuman herbal botolan buatannya dengan merek Herbink. Apalagi, “Ternyata, banyak orang sebenarnya tahu risiko konsumsi obat kimia. Tapi tidak banyak yang berpaling ke herbal karena ribet mengolah,” katanya.

Husein Leo dan Felix Susanto membuktikan ampuhnya konsumsi herbal sebagai gaya hidup. “Belum tentu setahun sekali saya minum obat kimia. Persediaan obat di rumah awet,” kata Husein. Pelanggan-pelanggan mereka pun melakoni gaya hidup serupa. Menurut herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, Maria Anjarwati, saat ini muncul tren konsumsi herbal di generasi muda. “Tidak sakit tapi minum herbal untuk menjaga stamina atau memperkuat imunitas,” kata Anjarwati. Apalagi herbal lokal terbukti aman dan efektif sejak zaman dahulu.

Banyak kafe yang menyediakan beragam minuman sehat. Jamu Bukti Mentjos di Cibubur, Jakarta Timur misalnya. “Ramuan yang paling banyak digemari oleh konsumen yaitu beras kencur dan kunyit asam,” ujar karyawan Bukti Mentjos, Siti Aminah. Hal itu lantaran rasa yang diterima konsumen untuk menjaga kebugaran. (Argohartono Arie Raharjo/Peliput: Tiffani Dias Anggraeni)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img