Monday, January 26, 2026

Abalon, Komoditas Laut Bernilai Ekonomi Tinggi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Abalon merupakan komoditas laut bernilai ekonomi tinggi. Untuk mencicipi setiap potong abalon di restoran, pengunjung harus merogoh kocek minimal Rp350.000 per porsi. Bahkan ada juga menu-menu spesial berbahan abalon kering yang harganya mencapai Rp700.000— Rp1,2 juta per porsi.

Siput abalon Haliotis sp. merupakan salah satu jenis siput laut dari kelas Moluska (hewan bertubuh lunak). Hewan itu memiliki satu cangkang berbentuk bulat. Pertahanan abalon termasuk sangat lemah di alam. Hal ini karena cangkang abalon hanya sebelah sehingga predator mudah memangsanya.

Cangkang abalon juga memanjang dan terdapat lubang-lubang yang berfungsi sebagai pernapasan, reproduksi, dan sanitasi. Habitat abalon di perairan dangkal dengan substrat berbatu atau karang sebagai tempat melekat.

Menurut peneliti abalon di Balai Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ir. Dwi Eny Djoko Setyono, M.Sc., terdapat 7 jenis abalon di Indonesia, yaitu Haliotis asinina, H. varia, H. squamata, H. ovina, H. glabra, H. planata, dan H. crebrisculpta.

Di Indonesia, abalon itu banyak ditemukan di perairan Kepulauan Seribu, Daerah Khusus Ibukota (DKI), Madura (Jawa Timur), Bali, Lombok dan Sumbawa (Nusa Tenggara Barat), Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, serta Papua.

Sayang, produksi abalon dunia dari hasil tangkapan alam turun dari tahun ke tahun. Data dari Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) yang dikutip WWF Indonesia menyebutkan, produksi abalon dari tangkapan alam mencapai 19.720 ton pada 1970.

Namun, jumlah tangkapan alam anjlok menjadi hanya 7.424 ton pada 2012. Penyebabnya penangkapan yang berlebih, penangkapan ilegal, predasi, kematian abalon berukuran kecil, dan berkurangnya habitat.

Oleh karena itu, beberapa negara seperti Australia membatasi penangkapan abalon di alam dengan menerapkan peraturan ketat. Di perairan Victoria contohnya, alat perlengkapan untuk menangkap abalon harus lengkap seperti pakaian selam, sirip, kacamata selam, pisau abalon, penggaris abalon, dan sarung tangan.

Jika tidak sesuai aturan, hukuman berat menanti. Jumlah abalon yang boleh ditangkap juga dibatasi. Di area tangkapan di Victoria dekat perairan Port Phillip Bay hanya boleh 5 abalon. Di dekat perairan lain di Victoria juga 5 abalon. Jadi, jumlah abalon yang boleh dibawa tidak lebih dari 10 ekor.

Batasan ukuran abalon berbeda-beda di setiap daerah. Pada dasarnya abalon yang boleh ditangkap harus berukuran lebih dari 13 cm.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img