Sunday, August 14, 2022

Agus Wisman: Ugy sang Tambatan Hati

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Bukan untuksiapa-siapa,” kata Agus tegas. “Tidak bisa. Pisang itu untuk sarapan anak kita,” balas sang istri. Agus tidak peduli. Dengan gerakan cepat, pisang kepok dan susu itu segera disambar. Tujuannya satu, menyuapi Ugy, iguana kesayangan yang menanti diberi sarapan pagi.

Di depan kandang besi berukuran 3 m x 1,5 m, pentolan group vokal Elfa Singer’s itu mengupas pisang lalu memotong kecil-kecil. Potongan seukuran tutup botol sirup itu kemudian dimasukkan dalam mangkuk susu. Dengan menggunakan tangan, Agus mengaduk- aduk campuran pisang dan susu itu. Pakan bergizi pun siap diberikan.

Layaknya seorang ayah, Agus menyuapi Ugy penuh kasih sayang. Sesekali ayah 2 putra itu membelai kepala dan tubuh iguana sepanjang lebih dari 2 m. “Ayo… makan banyak biar cepat gede,” ujarnya menyemangati Ugy. Saat semua pisang habis dilahap, senyum bahagia terpancar di wajah Agus. Di balik jendela sang istri pun turut tersenyum. Pertengkaran itu usai sudah.

Suka reptil

Begitulah cara Agus mencintai klangenan. Rasa cinta dan sayang kepada iguana asal Meksiko itu seperti cinta kepada anak. Maklum, reptil yang diboyong dari Pasar Barito di Jakarta Utara, itu dipelihara Agus sejak kecil, berukuran 20 cm. Bila pakan tidak tersedia, ia tidak sungkan “meminjam” makanan anaknya terlebih dahulu. “Saya marah bila pakan tidak tersedia,” katanya. Bukan tanpa sebab Agus melakukan semua itu. Bagi pemeran Ujang dalam sinetron Ujang Aceng itu iguana penyemangat dan penghilang penat. Tak heran bila Agus sering mengajak satwa purba itu ke lokasi syuting. “Capek bisa hilang kalau sudah bercanda bersama Ugy. Ia mampu memberi energi baru saat bekerja,” ujarnya.

Rindu kerap menghinggapi bila Agus berjauhan dengan Ugy. Saat mengikuti Olimpiade Music Choir tingkat dunia di Linx, Austria; Bremen, Jerman; dan Busan di Korea Selatan, penyanyi bersuara lembut itu berulangkali menelpon rumah menanyakan Ugy. “Saya cek. Pakannya tersedia atau tidak, sakit atau tidak, kandangnya sudah dibersihkan atau belum,” ucap pria  kelahiran Bandung, 41 tahun silam itu. Bila klangenan sehat, Agus dapat berkonsentrasi penuh. Hasilnya, 3 gelar grand champion kategori pop dan jazz bersama Elfa’s Singer berhasil direbut.Perolehan itu sekaligus mengantarkannya menjadi juara dunia.

Saking cintanya, Agus khawatir bila Ugy sakit. Contoh saat terkena sariawan dan berak encer. Gerakan Ugy menjadi lambat dan tidak bergairah. Ketika disodori pakan Ugy pun enggan mendekat. tanpa pikir panjang, alumnus jurusan vokal di University of Merryland Basltimore, Amerika Serikat, itu memboyong Ugy ke rumah sakit hewan di Ragunan, Jakarta Selatan. Meski harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah, Agus tidak peduli. Yang penting Ugy dapat sembuh.

Perawatan intensif

Iguana itu memang mendapat perawatan serius. Mulai pakan hingga kebersihan kandang dipantau “Pakan menjadi kewajiban yang tidak boleh diabaikan,” kata Agus. Oleh karena itu sayuran daun seperti kangkung, selada, bayam, dan caisim selalu tersedia setiap hari. Pisang kepok s ebagai nutrisi tambahan 2 hari sekali.

Kebersihan kulit tak luput dari perhatian. Demi menjaga kecantikan kulit yang berwarna cokelat kombinasi merah dan jingga, iguana dimandikan sebulan sekali untuk menghindari kutu dan bakteri. Tak lupa Agus mengoleskan minyak zaitun atau baby oil untuk mencegah kulit kering dan terkelupas.

Menyambangi dokter hewan rutin 2—3 bulan sekali. Di sana Ugy diperiksa layaknya manusia. Mata, tubuh hingga kulit diperiksa. Untuk semua itu Agus merogoh kocek Rp100.000— Rp150.000/bulan.

Cinta binatang

Sebenarnya tak hanya iguana yang disukai Agus. Hampir semua satwa pernah dipelihara. Kura-kura, koi, kucing, dan beberapa burung hias pernah menghiasi hari-harinya. Semua dirawat baik.

Ketertarikan Agus terhadap klangenan tumbuh sejak kecil. Maklum, anak ke-3 dari 4 bersaudara itu dibesarkan dalam keluarga yang mencintai hewan. Rasa sayang itulah yang kemudian  ditularkan kepada istri dan anak-anaknya. “Jadi kalau saya tinggalkan, mereka bisa mengurus binatang,” ujar penggemar durian itu.

Bila mengikuti konser di luar negeri, Agus selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke kebun binatang setempat. Kebun binatang raksasa di San Diego dan Miami, Amerika Serikat, menjadi tempat favoritnya.

Dari pengalaman itulah bintang iklan produk kesehatan mata itu belajar mengenal satwa. Tak heran bila Agus mengerti habitat asli, pakan kesukaan, dan cara hidup iguana. Selain pengalaman berkunjung ke kebun binatang, Agus selalu menyempatkan waktu untuk menonton acara hewan di televisi. Animal Planet dan Discovery Channel menjadi tontonan wajib. Membeli bukubuku satwa seperti National Geography dan VCD tentang binatang menambah pengetahuan.

Hobi mencintai hewan telah mendarah daging. Sang istri pun mengerti kecintaan Agus terhadap binatang. Setiap kali Enda ke pasar, kangkung, bayam, dan pisang kepok tak lupa dibeli. Kini pisang kepok tak lagi menjadi bahan pertengkaran. “Ia memang cinta mati sama iguana,” ujarnya. (Rahmansyah Dermawan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img