Thursday, August 18, 2022

Gajah Mada Pet Show 2006 Lyth Tampil Lincah dan Anggun

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ia memandang lekat shih tzu, basset hound, collie rough, dan mini pinscher. Tepat pukul 19.00 WIB, telunjuk Jamie mengarah pada Lyth. Shih tzu milik Budi Lukman itu berhasil menjadi terbaik pada Gajah Mada Pet Show 2006. Riuh tepuk tangan penonton pun mengiringi kemenangannya.

Penampilan Lyth memang menawan. “Tubuh proporsional dan bulunya bagus. Ia juga lincah,” ujar Jamie— sapaan akrab Jamie F. Rogers Tjia. Kelebihan lain, anjing berumur 13 bulan itu sangat patuh. Setiap kali Budi Lukman memberi perintah, shih tzu itu langsung mengikuti. Tingkah laku itu menjadi nilaitambah saat penentuan juara.

Jalan Lyth menembus tangga juara sangat berat. Queen dari trah collie rough dan Antique dari trah basset hound menjadi lawan tangguh. Queen misalnya. Dengan corak tubuh abu-abu, putih, dan bertotol hitam, mengundang decak kagum para pengunjung. Sayang, langkah kaki anjing berumur 4 tahun itu tak selincah Lyth. Anjing milik Emil Douglas dari Jakarta itu harus puas menduduki peringkat kedua.

Nasib serupa menimpa Antique. Gara-gara berjalan terlalu santai, ia harus terpental dari persaingan merebut juara. “Saat diperintah masih kurang tanggap,” tutur Jamie.

Poodle warna-warni

Di kontes itu, trah shih tzu mendominasi jumlah peserta. Ada 11 anjing bertanding untuk merebut 2 tiket ke babak fi nal. Tiket itu akhirnya direbut Lyth dan Mandial yang memang sudah banyak makan asam-garam. Sedangkan peserta lain masih banyak yang terlihat demam panggung. “Lyth dan Mandial sudah terbiasa ikut kontes. Pembawaannya cukup tenang,” kata Jamie.

Trah-trah lain seperti collie rough, basset hound, yorkshire terrier, dan miniatur pinscher, hanya diikuti oleh beberapa kontestan. Meski begitu, acara tetap ramai. Sebab, kontes kali ini  dimeriahkan talk show mengenai kriteria golden retriever layak kontes oleh Jose Sualang, hobiis anjing ternama di Jakarta. Selain itu poodle warna-warni turut menyemarakkan lomba. “Di kontes anjing sebenarnya, bulu poodle tidak boleh dicat. Tetap harus warna asli,” kata Anita, salah satu panitia kontes. Tampil sebagai, juara poodle milik Jully Cheung dengan corak bulu merah muda, kuning, dan jingga bak pelangi.

Fashion show

Di tempat yang sama sehari sebelumnya juga digelar fashion show. Lomba adu kemenarikan dalam berbusana itu setiap anjing menampilkan gaya unik. Pomeranian milik Natasya, misalnya, tampil modis dengan sepatu hitam-putih bergaris merah. Pengunjung pun langsung memberi tepuk tangan riuh ketika si kecil berlenggak-lenggok.

Yang tak kalah menarik saat digelar demo anjing pintar. Bekerja sama dengan Perkin Jaya, beberapa anjing seperti golden retriever, labrador, dan german sheperd, unjuk gigi. Anjing-anjing itu berlari melintasi berbagai rintangan seperti melompati papan dan ring. “Hingga akhir acara pengunjung tak mau beranjak dari arena karena terpesona,” tutur salah satu panitia. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img