Sunday, June 16, 2024

Ahli Gizi Unair Soroti Peningkatan Kasus Diabetes pada Anak

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Belakangan ini Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis data terkait kasus diabetes pada anak. Data itu menunjukkan peningkatan 70 kali lipat sejak 2010. Tentu saja hal itu menjadi perhatian berbagai pihak.

Menurut Dominikus Raditya Atmaka, S.Gz., M.P.H.,  ahli Gizi UNAIR, kasus diabetes pada anak didominasi Diabetes Melitus tipe 1 yang biasanya diwariskan secara genetik atau inborn metabolic error bukan karena faktor gaya hidup.

Sementara itu, Diabetes Melitus (DM) tipe 2 banyak terjadi pada orang dewasa. Penyebabnya pola hidup yang buruk. Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 pun telah mengatur anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) per hari pada orang dewasa, yakni G4-G1-L5 yang artinya 50 gram gula (4 sendok makan/hari), 5 gram garam (1 sendok teh/hari), dan 67 gram lemak (5 sendok makan/hari).

Lantas, bagaimana anjuran konsumsi gula yang disarankan untuk anak-anak? Dominikus mengatakan, meski gula dan garam tidak diatur dalam perundang-undangan, tetap ada batasan konsumsi natrium dan karbohidrat sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

“Jika mengonsumsi berlebihan pasti akan ada efeknya ke depan seperti obesitas, hipertensi, dan lain-lain,” jelas Domi, dikutip dari laman Universitas Airlangga.

Tak dipungkiri pula, anak-anak memiliki kebutuhan mengonsumsi air susu ibu (ASI) ataupun susu formula (sufor) yang mengandung beberapa jenis gula seperti laktosa, fruktosa, dan glukosa.

Domi mengimbau kepada orangtua agar memberikan sufor yang sesuai dengan kebutuhan pasien diabetes pada anak. Terutama, untuk kadar gula sederhana yang ditambahkan atau dicampurkan dalam sufor maksimal 5 persen.

“Selain itu, perlu diatur jumlah konsumsi kalori harian supaya tidak membuat kadar gula darah meningkat terlalu drastis,” papar spesialis gizi klinis dan pengembangan produk makanan itu.

Untuk anak dengan Diabetes Melitus tipe 1, salah satu pengobatan yang dapat diberikan adalah suntikan insulin. Selain itu, mengatur pola makan supaya bisa menjaga kadar gula darahnya tetap stabil.

Domi menambahkan, jika tidak menjaga jadwal, jumlah, dan jenis (3J) makanan minuman yang dikonsumsi, bisa berakibat hipoglikemia, yakni kondisi ketika kadar glukosa alias kadar gula darah berada di bawah angka normal.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berniaga Bibit Buah Naga, Pekebun di Subang dapat Cuan Puluhan juta

Trubus.id—Dedi Sumardi selalu kebanjiran pesanan ribuan bibit buah naga. Total sekitar 2.480 batang bibit yang terjual dalam sebulan.  Ia...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img