Monday, August 8, 2022

Akuaponik: Atas Bawah Berpadu Tepat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Lele cocok dikombinasikan dengan sayuran daun dan sayuran buah.
Lele cocok dikombinasikan dengan sayuran daun dan sayuran buah.

Kunci sukses berakuaponik adalah kombinasi ikan dan sayuran yang tepat.

Ikan bawal Colossoma macropomum di gentong itu hampir saja meregang nyawa akibat kekurangan oksigen. Di gentong berkapasitas 120 liter itu Fathulloh Abu Syairi memelihara 10 ikan konsumsi asal Amerika selatan. Petani akuaponik di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, itu mengombinasikan bawal dengan kangkung di bagian atas. Ia mengadopsi sistem deep flow technique (DFT) untuk menanam kangkung.

Di rangkaian berukuran 1 m x 2 m itu, Fathulloh menanam kangkung dengan media tanam batu zeolit, batu arang, dan pasir merah. Perbandingan masing-masing 1/3 bagian. Jarak antarlubang tanam 2 cm. Fathulloh menerapkan sirkulasi air selama 9 jam, dari pukul 08.00—17.00. Padahal bawal tergolong ikan dengan kebutuhan oksigen tinggi. Akibatnya bawal mengapung di permukaan air.

Eri Setiadi SSi MSc (kiri) dan Drs Sutrisno (kanan), peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Eri Setiadi SSi MSc (kiri) dan Drs Sutrisno (kanan), peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tahan banting
Beruntung Fathulloh segera mengetahui kejadian itu. Ia lalu bergegas menyalakan sirkulasi air sehingga bawal terselamatkan. Atas pengalaman itu kini ia lebih banyak menggunakan lele, gurami, dan patin untuk berakuaponik. Menurut Fathulloh ketiga ikan itu lebih mudah dibudidayakan ketimbang bawal atau ikan mas. Pengalaman Fathulloh itu menjadikan pehobi lebih jeli dalam mengombinasikan jenis ikan dan sayuran dalam berakuaponik.

Menurut periset di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Eri Setiadi SSi, MSc, lele menempati urutan pertama ikan paling baik untuk akuaponik. “Lele cocok dikombinasikan dengan semua jenis sayuran, mulai dari sayuran daun hingga sayuran buah,” ujar Eri. Menurut periset di lembaga yang sama, Drs Sutrisno, lele tergolong hewan karnivora. Bahan makanan hewan karnivora berupa daging yang banyak mengandung unsur nitrogen dan fosfor.

Kedua unsur itu dibutuhkan tanaman untuk menunjang pertumbuhannya. Lele juga memiliki usus pendek sehingga senyawa nitrogen dan fosfor lebih banyak terbuang. Kelebihan lain, ikan anggota keluarga Clariidae itu memiliki pergerakan vertikal dari atas ke bawah. “Pergerakan itu mampu mempercepat pengadukan atau pelarutan senyawa di dalam air,” ujarnya. Bandingkan dengan ikan mas dan nila yang memiliki pergerakan horizontal. Akibatnya, senyawa bermanfaat sisa ikan mengendap di dasar kolam.

Keunggulan lele yang lain, padat tebar. Eri mencontohkan, dengan kedalaman kolam 70 cm, padat tebar lele mencapai 300—500 ekor per m3. Sementara di luasan kolam yang sama, populasi nila dan mas hanya sekitar 50 ekor per m3. Semakin banyak populasi ikan, feses yang dihasilkan pun semakin banyak. Artinya senyawa yang dibutuhkan tanaman juga banyak tersedia. Populasi yang tinggi juga berimbas pada tingginya volume panen.

Untuk sayuran daun, Fathulloh menerapkan perbandingan satu lele untuk satu tanaman. Sementara sayuran buah seperti cabai, tomat, dan terung rasio 10 ikan untuk satu tanaman. Fathulloh menuturkan, lele juga lebih cepat dipanen daripada jenis ikan lain. Lelaki kelahiran 20 Mei 1979 itu memanen lele pada umur 2—2,5 bulan, dari benih berukuran 7—8 cm per ekor. Adapun masa panen gurami lebih lama, yaitu 8—12 bulan dan patin 6 bulan. Serapan pasar lele juga banyak. Oleh sebab itu, wajar jika membudidayakan lele secara akuaponik lebih menguntungkan.

Dalam budidaya akuaponik, sayuran daun seperti bayam merah dipadukan dengan lele, gurami, dan nila.
Dalam budidaya akuaponik, sayuran daun seperti bayam merah dipadukan dengan lele, gurami, dan nila.

Perpaduan ikan
Eri menjelaskan, urutan kedua ikan yang cocok untuk akuaponik adalah nila. Sementara ikan mas manduduki peringkat ke tiga. “Ikan nila masih tergolong herbivor tetapi cenderung omnivora, sedangkan ikan mas murni herbivora,” kata alumnus Fakultas Biologi, Universitas Nasional itu. Dengan begitu, ikan mas memiliki usus yang lebih panjang daripada lele dan nila. Semakin panjang usus, sisa nutrisi yang terbuang lebih sedikit.

Lagipula, feses ikan nila dan mas cenderung lambat larut. “Kira-kira selisihnya 1—2 jam dibanding lele. Namun, tergantung kecepatan arus air juga,” kata Eri. Bila tetap ingin memanfaatkan ikan mas, nila, atau gurami dengan sayuran buah, maka butuh waktu 5—6 bulan umur ikan di kolam. Setelah ikan di kolam selama 5—6 bulan, baru bisa ditanami sayuran buah. “Saat ikan minimal berumur 6 bulan, air kolam sudah mencukupi kebutuhan sayuran buah,” ujar Eri.

Agar masa tunggu selama 6 bulan itu tak sia-sia, peternak bisa memadukan ikan-ikan itu dengan sayuran daun. Cara menanam sayuran buah yang lain, kombinasikan ikan karnivora dengan herbivora. Misalnya patin dengan gurami atau nila. Dengan paduan ikan dan sayur yang tepat, hasil akuaponik pun akan optimal. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Bondan Setyawan)

Kecocokan Ikan dan Sayuran

549_ 19

  • Padat ikan tebar lele 300—500 ekor/m3
  • Padat ikan tebar nila 50 ekor/m3
  • Padat ikan tebar mas 50 ekor/m3
  • Masa panen lele 2—2,5 bulan
  • Masa panen gurami 6—12 bulan
  • Masa panen patin 6—12 bulan

Perbandingan lele dan sayuran daun 1 : 1

Perbandingan lele dan sayuran buah 10 : 1

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img