Saturday, January 17, 2026

Aral Tanam Tiram

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus — Pekebun jamur tiram di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yudi Permana, menghadapi banyak kendala. Hampir separuh jamur tiram mengalami kontaminasi pada 2010. Kontaminasi tinggi itu karena proses sterilisasi yang tidak sempurna. Sebelumnya Yudi memanfaatkan drum untuk proses pemasakan. Tanpa sepengetahuan Yudi drum mengalami kebocoran sehingga proses sterilisasi tidak sempurna.

Banyak kendala membudidayakan jamur tiram sejak di kumbung
hingga pasar.

Efeknya sangat merugikan. Kumbung banyak yang kosong karena tidak terisi. “Produktivitas jamur tiram anjlok,” ujar Yudi. Panen hanya 30 kilogram per hari dan kondisi itu berlangsung selama satu bulan. Untuk menutupi kerugian itu Yudi menjual sebuah mobil. Kini Yudi beralih menggunakan steamer dalam proses sterilisasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Tidak hanya itu Yudi pun pernah rugi hingga Rp17 juta. Tunggakan jamur itu tidak dibayarkan oleh seorang pemasok. “Transaksi jamur biasanya panen sekarang besok dibayarkan sehingga membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi,” ujarnya. Oleh sebab itu, Yudi menekankan komitmen yang tinggi dalam menjalankan bisnis jamur tiram. (Desi Sayyidati Rahimah)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img