Monday, August 8, 2022

Arwana Cara Pang Menjaga Mutu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pang Lesmana menghasilkan arwana berkualitas tinggi. Rahasianya  penggunaan galur murni sebagai induk.

 

Bengkel motor itu berdiri di tepi sebuah jalan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tiga belas peserta kunjungan lapang Arowana Club Indonesia tak menyangka bengkel itu lokasi penangkaran arwana. Maklum, di lokasi itu tak ada tanda-tanda aktivitas sebuah penangkaran ikan hias yang sohor sebagai naga merah. Suasana sebuah farm baru terllihat saat rombongan tiba halaman belakang bengkel. Sang pemilik farm, Pang Lesmana, menyambut hangat kedatangan rombongan dan mempersilakan memasuki area farm.

Di sana berderet kolam-kolam beton setinggi lutut orang dewasa. “Kolam itu dahulu merupakan bak untuk membersihkan kedelai bahan baku kecap. Tempat ini pabrik kecap peninggalan ayah saya,” ujar Pang. Ketika usaha sang ayah berhenti, Pang Lesmana menjadikan tempat bak kedelai sebagai lokasi pembesaran arwana superred. Di atasnya berjejer akuarium yang dihuni anakan dan superred remaja.

Minta lelang

Baru saja beberapa langkah memasuki area farm, langkah para peserta terhenti di depan sebuah akuarium. Perhatian mereka tertuju pada seekor arwana  superred berukuran 25 cm yang menghuni akuarium itu. Menurut Stephen Suryaatmadja, hobiis arwana di Cilandak, Jakarta Selatan, yang turut dalam rombongan, sosok arwana itu memang istimewa. Ia memiliki potensi warna merah yang bagus.

“Lihat saja bagian ekornya, seluruhnya berwarna merah cerah,” ujarnya. Beberapa tepi sisik di dekat ekor juga sudah mulai berwarna merah. Indikator itu kerap digunakan untuk memilih anakan superred berkualitas. “Indikator lain dari bentuk tubuh seperti proporsi antara lebar dan panjang tubuh ikan,” katanya. Tiba-tiba salah seorang peserta dengan lantang berkata, “Ayo Pak Pang, buka lelang saja mulai dari harga berapa?”

Mendengar ucapan itu, peserta lain pun turut menyahut tanda setuju. Pang yang terkejut melihat reaksi para pengunjung, hanya membalas dengan tersenyum, lalu menjawab, “Mohon maaf. Ikan ini sudah ada yang pesan. Tidak enak kalau saya menjualnya ke Anda sekalian,” katanya. Jawaban itu ternyata tak membuat peserta tenang. Mereka terus mendesak agar Pang menyebut harga. Namun, lagi-lagi Pang menolak.

Menurut Stephen, ikan naga merah hasil tangkaran Pang Lesmana memang seringkali menjadi rebutan para hobiis. Harap mafhum, kehadiran superred produksi Pang langka beredar di tanahair. Itu karena Pang jarang menjual hasil ternaknya. “Saya lebih banyak hobinya daripada bisnisnya,” ujar pria 60 tahun itu. Beberapa koleksi Pang ada juga yang dijual ke luar negeri.

Apa yang membuat hobiis menggandrungi arwana tangkaran Pang? Stephen yang mengoleksi arwana produksi Pang Lesmana menuturkan superred hasil tangkarannya istimewa karena lahir dari indukan galur murni. “Saya tidak berani menjamin ikan produksi saya bagus, tapi kalau memiliki gen murni, saya berani jamin,” tutur Pang. Dengan begitu seluruh anakan yang dihasilkan 100% serupa dengan induk.

Induk murni

Jaminan kemurnian genetika menjadi salah satu pertimbangan hobiis untuk memilih arwana superred berkualitas. Maklum, untuk membedakan anakan arwana superred dengan anakan arwana jenis lain sulit. Karakter asli seperti warna merah di tubuh superred baru terlihat tegas saat umur 4-5 tahun, yakni setelah arwana birahi.

Itulah sebabnya hobiis mesti mengetahui riwayat induk saat hendak membeli anakan. “Kalau ayam bangkok dikawinkan dengan sesama ayam bangkok, tidak mungkin menghasilkan ayam pelung. Dalam arwana juga begitu,” tutur pria yang juga hobi merawat burung murai itu. Setelah yakin betul anakan bergalur murni, barulah berikan perawatan tepat sehingga superred tampil prima.

Penggemar motor besar itu lantas mengajak rombongan menuju kolam seluas 300 m2 di belakang area farm. Di sanalah pria berambut panjang itu menyimpan 12 induk superred yang sudah berumur 33 tahun. Pang memperoleh seluruh induk dari Putussibau, Kabupaten Kapuashulu, Kalimantan Barat. “Sekarang sudah tidak produktif  karena terlalu tua. Yang menjadi induk saat ini adalah keturunannya yang sudah mencapai 4 generasi,” ujar perintis ternak arwana di luar habitat aslinya itu.

Ia tidak pernah menambahkan indukan dari peternak lain karena khawatir mempengaruhi kualitas genetika anakan yang dihasilkan. Selain mengunjungi pembesaran dan kolam induk, rombongan juga mengunjungi lokasi penangkaran yang berjarak sekitar 5 km dari kediaman Pang. Begitu memasuki pintu gerbang, langsung terlihat deretan kolam berukuran 25 m x 15 m sedalam 2 m yang tertata rapi. “Seluruhnya ada 18 kolam,” kata peternak arwana sejak 1986 itu.

Di pematang kolam berderet rapi puluhan pohon kelapa gading. Pohon kelapa itu menyaring sinar matahari dari arah barat dan timur agar jumlah sinar yang diloloskan tidak terlalu tinggi. Permukaan air di kolam-kolam itu tampak tenang. Hanya riak-riak halus akibat desir angin yang menyapu permukaan. Namun, begitu Pang melemparkan kodok ke tengah kolam, tiba-tiba belasan ekor indukan superred berebut menyambar.

Aksi indukan superred itu mengundang decak kagum para peserta. Maklum, indukan yang menghuni kolam rata-rata berukuran jumbo, panjang 70-80 cm. Dua belas indukan berumur di atas tujuh tahun menghuni sebuah kolam. Dari penangkaran itulah Pang memanen anakan superred. Seluruh anakan siap jual setelah diseleksi ketat. Pantas bila hobiis tanahair dan mancanegara menggandrungi  superred tangkaran Pang. (Imam Wiguna)

 

  1. Arwana superred produksi Pang Lesmana lahir dari induk bergelar murni
  2. Kolam penangkaran superred milik Pang Lesmana
  3. Pang Lesmana pelopor budidaya arwana superred di luar habitat
  4. Berbagi ilmu budidaya superred dengan para hobiis
  5. Indukan arwana superred berumur 33 tahun
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img