Wednesday, January 21, 2026

Atasi Serangan Hama Busuk Akar dan Penggerek Batang Alpukat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Hama penggerek batang menjadi momok bagi pekebun alpukat. Penyebabnya serangga dari famili Cerambycidae. Kumbang tanduk panjang itu tersebar luas di Asia selatan dan tenggara, termasuk Indonesia. 

Hama yang aktif pada malam hari itu menyerang tanaman berkayu yang masih hidup atau mati. Menurut ahli hama penyakit tanaman dari Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Widodo., gejala awal adanya serangan penggerek batang berupa kerontokan daun. Selain itu ranting menjadi getas dan mudah patah.

Batang berlubang terkadang meninggalkan bekas berupa gerekan, getah, maupun titik kehitaman. Pekebun di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Muhammad Gunung Soetopo mengatasi serangan penggerek batang itu dengan bubur bordo bikinan sendiri.

Gun—panggilan akrab Muhammad Gunung Soetopo—memasukkan trusi, belerang, dan kapur bangunan ke dalam air panas. Ia lalu membiarkan adonan itu semalamaman.  Keesokan hari Gun mengambil 5—10 ml air rendaman seluruh bahan itu menggunakan pipet.

Selanjutnya, ia menyuntikkan larutan itu ke batang pohon yang terluka. Ada pun endapan yang tersisa bisa dibalurkan di sekitar luka. “Cara itu cukup ampuh untuk mengatasai gangguan penggerek batang,” katanya.

Untuk menghilangkan jelaga di sekitar lubang, Gun membersihkannya dengan krim detergen. Menurut Widodo cara paling cepat untuk mencegah penyebaran efek serangan hama penggerak batang adalah dengan memotong bagian yang terinfeksi.

Cara lain semprot tanaman menggunakan insektisida sistemik berbahan aktif: karbofuran, esfenvalerat, atau asetat. Widodo juga menyarankan untuk mengurangi asupan nitrogen. “Pergantian cuaca tiba-tiba disertai asupan nitrogen berlebih membuat tanaman rentan terserang penggerek batang,” tuturnya.

Selain serangan penggerek batang, busuk akar juga menjadi ancaman bagi Persea americana. Menurut Widodo penyebab busuk akar adalah cendawan Phytophthora sp. Phytophthora menular lewat air dan udara.

Cendawan itu bercokol di akar dan menjalar sampai ke pucuk daun. Alur penyebarannya melalui air yang merembes dalam jaringan tumbuhan. Gejala awal akan muncul bercak kecil berwarna cokelat tua yang tampak basah di pangkal daun muda atau di sekitar titik tumbuh.

Akibatnya, titik tumbuh atau pucuk mudah dicabut sebab jaringannya rusak dan membusuk. Pekebun bisa memotong seluruh daun yang terinfeksi agar miselium cendawan terbuang. Jika serangan sudah mencapai titik tumbuh, maka cabut pohon dan musnahkan.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img