Sunday, May 19, 2024

Atasi Serangan Penggerek Buah Kakao

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Penggerek buah kakao (PBK) menjadi kendala bagi para pekebun di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatra Barat. Menurut dosen Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Dr. Zahlul Ikhsan, S.P., M.P., hampir 60% tanaman kakao pada 2019 terserang PBK.

Serangan hama itu menyebabkan kualitas biji menurun 35—58% dan kehilangan hasil 64,2—82,2%. Serangan PBK juga mengakibatkan persentase biji cacat meningkat dan kenaikan biaya panen. Selama ini para pekebun kakao mengendalikan PBK menggunakan insektisida sintetis.

Penggunaan insektisida sintetis secara terus-menerus dapat menyebabkan ledakan populasi hama, munculnya hama sekunder, serta hama menjadi resisten terhadap insektisida itu. Dampak negatif lainnya menyebabkan pencemaran lingkungan hingga mengundang penyakit pada manusia.

Salah satu solusi mengatasi PBK yakni penerapan pengendalian hama terpadu (PHT). Konsep itu mencakup sejumlah tindakan seperti rampasan buah, pemangkasan tajuk tanaman, sanitasi, dan panen terjadwal.

Lebih lanjut, Zahlul menuturkan pekebun dapat menerapkan penggunaan kondom plastik transparan yang dikenakan pada buah kakao. Tujuannya memberikan perlindungan pada buah kakao dari serangan PBK dengan mencegah ngengat betina meletakkan telur pada buah.

Namun keberhasilan metode itu bergantung pada ukuran buah yang tepat. Buah yang terlalu kecil atau terlalu besar dapat menimbulkan masalah seperti layu pentil atau kesulitan pemasangan kondom.

Hasil penelitian Zahlul di Jorong Lawai, Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, menunjukkan, penggunaan kondom pada buah dapat mengurangi jumlah buah yang terserang dari semula 89,96% menjadi 40%.

Metode itu juga mengurangi jumlah kerusakan biji yang terserang dari 35,45% menjadi hanya 2,46%. Ukuran buah kakao terbaik untuk kondomisasi yaitu 5—8 cm. Meski begitu Zahlul mengingatkan kondomisasi buah tidak boleh mengabaikan dampak lingkungan.

Plastik yang dipilih harus memperhatikan ukuran dan kebutuhan buah. Tujuannya memastikan perlindungan maksimal tanpa memberikan dampak negatif yang berlebihan pada lingkungan.

Upaya itu juga harus sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan yaitu mengurangi ketergantungan pada insektisida sintetis dan mengurangi dampak pencemaran.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img