Thursday, January 8, 2026

Avocadron, Menjaga Mutu Alpukat dari Kebun hingga Meja Konsumen

Rekomendasi
- Advertisement -

Pada awal berdiri, pasokan alpukat Avocadron hanya berasal dari satu sumber di Yogyakarta. Seiring meningkatnya permintaan, Karlina memperluas jaringan pemasok dengan menggandeng lebih dari sepuluh petani mitra di Sumatra dan Lampung, khususnya untuk alpukat mentega berkualitas premium.

Setiap buah yang masuk melewati proses sortir ketat. Alpukat dikelompokkan berdasarkan ukuran, mulai dari mini untuk MPASI, reguler, jumbo, hingga super dengan bobot di atas 500 gram. Penimbangan dan pengecekan dilakukan satu per satu demi menjaga konsistensi mutu.

Keunggulan Avocadron tidak hanya terletak pada kualitas buah, tetapi juga layanan pelanggan. Karlina memberikan garansi penggantian jika buah rusak atau tidak sesuai standar, mengingat alpukat merupakan hasil alam yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan. Layanan ini menumbuhkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan.

Untuk pemasaran, Avocadron memanfaatkan media sosial dan marketplace. Di berbagai platform tersebut, Avocadron meraih predikat Best Seller dan Diamond Seller pada kategori produk segar. Pengiriman dilakukan dengan metode one day service untuk wilayah Jabodetabek, sementara pengiriman luar kota menggunakan dus khusus agar kualitas buah tetap terjaga.

Selain berjualan, Karlina aktif mengedukasi konsumen melalui media sosial. Ia memperkenalkan cara mengonsumsi alpukat tanpa tambahan susu kental manis, misalnya dipadukan dengan telur, madu, atau roti gandum. Edukasi ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan kandungan lemak baik dan antioksidan alpukat.

Tonggak penting Avocadron terjadi pada 2019 ketika terpilih menjadi pemasok alpukat untuk Istana Negara. Kepercayaan tersebut semakin mengukuhkan reputasi Avocadron sebagai penyedia alpukat premium dan menarik banyak pelanggan baru, termasuk restoran dan fine dining.

Di balik pertumbuhan pesat, tantangan tetap ada. Perubahan cuaca, gagal panen, hingga kendala logistik menjadi risiko utama komoditas segar. Karlina juga pernah mengalami penipuan pemasok di awal bisnis, yang membuatnya kini jauh lebih selektif dalam memilih mitra petani.

Dengan harga jual berkisar Rp49.000 per kg untuk ukuran mini hingga Rp70.000 per kg untuk ukuran super, Avocadron kini mencatat omzet ratusan juta rupiah per bulan. Karlina optimistis prospek alpukat Indonesia masih sangat cerah, terutama karena cita rasanya yang unggul.

Perjalanan Avocadron membuktikan bahwa kebutuhan sederhana seorang ibu dapat berkembang menjadi peluang usaha besar yang memberi manfaat luas, sekaligus mendorong gaya hidup sehat di masyarakat.

Artikel Terbaru

Aksi Yayasan Bina Trubus Swadaya (YBTS) untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatra pada akhir 2025 bukan sekadar angka curah hujan di laporan cuaca. Di lapangan,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img