Sunday, August 14, 2022

Ayam Pedaging Jamu Untuk Joper

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ramuan alami meningkatkan bobot ayam joper.

Trubus — Perpaduan rimpang kunyit, rimpang kencur, rimpang jahe, daun sirih berpadu dengan asam dan gula jawa menjadi minuman yang nikmat sekaligus menyehatkan. Minuman jamu tak hanya berkhasiat untuk manusia. Hasil riset Nur Prabewi S.Pt, M.P., dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Magelang, Jawa Tengah, dan Junaidi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Kalimantan Timur, membuktikan jamu juga bermanfaat untuk performa ayam kampung super atau joper.

Mereka mengombinasikan beragam herbal seperti bawang putih, kencur, jahe, lempuyang, temuireng, temulawak, kunyit, lengkuas, kayu manis, daun papaya, daging lidah buaya, sambiloto, mengkudu, dan daun sirih. Para periset memfermentasikan semua bahan itu dengan effective microorganism 4 (EM4) dan tetes tebu selama 4 hari dan 6 hari (lihat boks: Meracik Jamu).

Konversi pakan rendah

Nur Prabewi dan Junaedi menyaring hasil fermentasi dan mencampurkannya dengan air minum ayam. Mereka membuat tiga perlakuan yaitu pemberian air minum tanpa herbal (PH0), pemberian air minum yang dicampur herbal terfermentasi selama 4 hari (PH2), dan pemberian air minum yang dicampur herbal terfermentasi selama 6 hari (PH1). Proses perlakuan itu selama 63 hari pada 45 ayam joper.

Bobot ayam joper meningkat setelah konsumsi jamu.

Mereka memberikan pakan berkomposisi yang sama yaitu BR-1, bekatul, jagung kuning giling, dan tepung ikan. Hasilnya pertambahan bobot ayam joper pada perlakuan PH2 mencapai 80 gram per ekor per pekan. Sementara pada perlakuan PH1, penambahan bobot badan 73,5 gram per ekor per pekan. Bandingkan dengan kontrol atau PH0 yang hanya 68,1 gram per ekor per pekan.

Pada perhitungan bobot hidup umur panen, perlakuan PH2 mencapai 761,8 gram per ekor. Perlakuan PH1 mencapai 701,9 gram per ekor. Sementara PH0 hanya 651,1 gram per ekor. Penyerapan pakan pada ayam joper yang diberi perlakuan PH2 juga terbukti paling efisien dengan angka feed conversi ratio (FCR) 3. Artinya perlu 3 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg daging.

Perlakuan PH1 memiliki angka FCR 3,2. Bandingkan dengan kontrol atau perlakuan PH0 yang memiliki angka mencapai FCR 3,4. Hal itu membuat persentase karkas perlakuan PH2 tinggi mencapai 73,8% dari total bobot tubuh ayam joper. Perlakuan PH1 mencapai 66,5%. Sementara PH0 hanya 56,8% dari total bobot tubuh ayam. Menurut konsultan ayam joper, Agus Harianto, di lapangan pemberian jamu memang sudah banyak terbukti untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan ternak.

Umur tanaman

Selain itu, keunggulan lain pemberian herbal tersebut tak memberikan efek samping pada ayam. “Pada intinya pemberian jamu mudah diterapkan oleh peternak,” ujarnya. Guru besar di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Sumiati, M.Sc., menuturkan, penelitian itu perlu mengkaji juga zat bioaktif yang terdapat pada herbal baik dari segi jenis dan jumlah.

Rimpang kunyit dan lidah buaya beberapa bahan jamu untuk ayam.

Dari segi bahan-bahan yang digunakan juga harus ditambahkan asal tanaman dan umur panen tanaman. “Jika peternak menggunakan tanaman dari daerah dan umur panen yang berbeda dengen peneliti, hasilnya bisa berbeda pula,” tutur Sumiyati. Prof Sumiati mengapresiasi riset itu karena ada upaya untuk menggunakan bahan alam atau herbal alami bukan sintetis. “Tapi sayangnya tidak ada perlakuan pembanding dengan ayam yang diberi antibiotic growth promotor (AGP),” kata alumnus Uppsala University, Swedia itu.

Pada penelitian lanjutan, ia menyarankan untuk menambahkan perlakuan penggunaan multivitamin dan obat-obatan berbahan sintetis. “Campuran beragam herbal itu berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan dan menjaga stamina ternak ayam kampung super,” kata Nur Prabewi. Selain itu ragam herbal seperti lengkuas, temulawak, dan kunyit mengandung senyawa kurkumin dan minyak asiri.

Kurkumin mendongkrak fungsi pencernaan ayam sehingga nafsu makan meningkat. Sementara fungsi minyak asiri memberi efek antimikrob atau menghambat pertumbuhan bakteri pada saluran pencernaan ayam. Perpaduan beragam tanaman obat itu meningkatkan performa ayam joper sebagai pedaging unggul. (Bondan Setyawan)

Meracik Jamu

Bahan-bahan

Umbi bawang putih Allium sativum 125 gram
Rimpang kencur Kaempferia galanga 125 gram
Rimpang jahe Zingiber officinale 62,5 gram
Rimpang lempuyang Zingiber zerumber 62,5 gram
Rimpang temuhitam Curcuma aeruginusa 62,5 gram
Rimpang temulawak Curcuma xanthorriza 62,5 gram
Rimpang kunyit Curcuma domestica 62,5 gram
Rimpang lengkuas Alpinia galanga 30 gram
Kulit kayumanis Cinnamomum verum 30 gram
Daun pepaya Carica papaya 62,5 gram
Daging lidah buaya Aloe vera 62,5 gram
Daun sambiloto Andrographis paniculata 62,5 gram
Buah mengkudu Morinda citrifolia 62,5 gram
Daun sirih Piper betle 62,5 gram

Cara olah

1. Cuci bersih semua bahan, tumbuk hingga halus, dan peras untuk mengambil sarinya.
2. Campurkan air perasan itu dengan lima liter air bersih, 125 cc EM4, dan 62,5 cc tetes tebu lalu tutup rapat.
3. Sembari menunggu proses fermentasi selama 6 hari, aduk larutan itu setiap hari untuk mengeluarkan gas.
4. Fermentasi selesai yang ditandai dengan aroma harum pada larutan, jamu siap diminumkan.

Konsumsi

Campurkan jamu itu dengan air minum dosis satu liter air minum plus 40 cc larutan itu. Berikan jamu itu pada ayam joper 4 hari sekali pada sore hari. (***)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img