Wednesday, February 21, 2024

Bawang Merah Tahan Virus

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Menurut periset di Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Sri Hendrastuti Hidayat, M.Sc., infeksi virus dapat menyerang bawang merah dengan potensi serangan 16—98%. Virus yang menyerang bawang merah diantaranya onion yellow dwarf virus (OYDV) dan shallot yellow stripe virus (SYSV).

“Serangan virus pada bawang merah sukar untuk diidentifikasi,” kata Sri Hendrastuti. Petani bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Hadi Sutomo, mengatakan infeksi virus pada Allium cepa dapat mengakibatkan kerugian besar hingga mencapai 60%.

“Setiap musim hujan, serangan virus pasti ada karena biasanya bersamaan dengan serangan cendawan fusarium atau antraknos,” kata petani yang juga menjadi ketua kelompok tani Mekar Jaya itu.

Hadi mengatakan, “Tanaman terinfeksi akan membusuk tetapi tidak beraroma.” Petani bawang merah sejak 2000 itu berharap ada cara untuk membebaskan bibit bawang merah dari infeksi virus.

Pengamatan Sri Hendrastuti, penelitian mengenai virus yang menyerang tanaman anggota famili Liliaceae itu masih minim. Pengujian lanjutan diperlukan untuk menghasilkan bibit bawang merah bebas virus.

Selain itu, ketika virus menyerang, pengendalian juga sulit dilakukan. Serangan virus sukar diidentifikasi hanya dengan melihat secara sekilas.  Bila diperhatikan lebih saksama, sejatinya ada perbedaan yang signifikan antara daun bawang merah sehat dan daun yang terserang OYDV atau SYSV.

Peneliti virologi tumbuhan itu menuturkan, “Daun bawang merah bila terserang virus menunjukkan gejala mosaik kuning. Ada juga gejala daun menjadi pipih dan bergaris kuning pucat di bagian tengah.”

Gejala lain serangan OYDV dan SYSV yakni tanaman tumbuh kerdil meski daun tidak mengalami pemendekan. Saat panen, ukuran umbi turut mengecil meski teksturnya tetap padat.

Sri Hendrastuti menemukan titik terang yakni dengan eliminasi virus menggunakan beberapa metode. Termoterapi adalah salah satu metode sederhana dan umum untuk memproduksi bahan tanam bebas virus dengan mengeluarkan virus dari dalam jaringan tanaman.

Alumnus Universitas Wisconsin Madison, Amerika Serikat, itu mengatakan proses eliminasi dapat menggunakan termoterapi atau perlakuan panas berupa air panas atau udara panas pada suhu 33°C.

Pemanasan benih pada suhu tersebut tidak akan merusak lembaga. Berdasarkan riset, proses eliminasi yang optimal tergolong singkat yakni 45 menit. Sri Hendrastuti membuktikan bibit hasil perendaman air panas dapat tumbuh hingga 100%.

“Teknik eliminasi virus lainnya dapat juga dengan aplikasi senyawa kimia yang memiliki aktivitas antiviral untuk menghambat bahkan menghentikan multiplikasi virus,” kata Sri Hendrastuti.

Metode lain untuk eliminasi virus pada bawang merah yakni dengan kultur jaringan. Caranya dengan isolasi meristem apikal atau titik tumbuh tanaman untuk ditumbuhkan pada media agar kaya nutrisi.

Selain itu, cara paling sederhana dapat dilakukan dengan memberikan antiviral berbahan aktif ribavirin. Menurut Sri Hendrastuti, teknik eliminasi virus dapat dikombinasikan untuk meningkatkan efektivitas.

Metode termoterapi dapat diterapkan oleh petani bawang merah, terutama penangkar benih, karena prosesnya sederhana. Mekanismenya serupa dengan merebus atau mengukus bahan tanam.

Sri Hendrastuti mengingatkan agar pengaturan suhu dan lama pemanasan dengan peralatan rumah harus diuji terlebih dahulu. “Peralatan dapur sederhana. Tidak ada pengaturan suhu pasti seperti alat laboratorium. Kalau sembarangan, khawatir bahan tanam menjadi rusak sehingga tidak dapat ditanam,” kata Sri Hendrastuti.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Bisnis Madu Meningkat Menjelang Puasa dan Liburan

Trubus.id— “Permintaan madu bisa dua kali lipat ketika bulan puasa dan pekan liburan,” kata peternak lebah trigona di Kabupaten...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img