Tuesday, May 5, 2026

Bekerja dengan Bunga

Rekomendasi
- Advertisement -
Andy Djati Utomo S.Sn, AIFD
Andy Djati Utomo S.Sn, AIFD

Semula hobi, kini menekuni profesi sebagai perangkai bunga internasional itu.

Andy Djati Utomo, S.Sn., AIFD, gembira sekaligus khawatir karena menjadi wakil Indonesia di ajang merangkai bunga Singapore Flower Festival. Senang karena itu kesempatan emas dan khawatir karena pada 2001 itu Andy merasa masih “hijau” pada bidang desain berbahan tanaman (floral design). Apalagi floral design Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Berkat keyakinan dan usaha maksimal, para pengunjung ajang internasional itu sangat mengapresiasi karya Andy. Ia tidak menyangka hasilnya menggembirakan itu. Sebelumnya Andy khawatir tidak bisa tampil maksimal. Saat itu Andy menampilkan rangkaian berbentuk rangkaian bunga tangan untuk prosesi pernikahan. Itulah penampilan perdana internasional Andy sebagai floral designer. Sejak saat itu namanya terus melambung dan mendapat pengakuan sebagai perangkai bunga tingkat internasional.

Beragam penghargaan

Karya monumental Andy Djati Utomo yang bertema kekayaan dan keragaman hayati Indonesia  di Singapore Garden Festival 2008.
Karya monumental Andy Djati Utomo yang bertema kekayaan dan keragaman hayati Indonesia di Singapore Garden Festival 2008.

Andy Djati menuturkan, “Saya lebih suka disebut floral designer daripada perangkai bunga. Sebab saya menggunakan semua bagian tanaman termasuk akar dalam rangkaian.” Momen lain yang sangat berkesan yaitu saat Andy berpartisipasi pada gelaran Singapore Garden Festival 2008. Panitia meminta Andy membuat stan berukuran besar 10 m x 5 m. Saat mendapat tawaran itu Andy yakin bisa mengerjakannya dengan baik.

Sebab panitia menggelontorkan dana cukup besar dan waktu pengerjaan yang relatif lama, yakni 5 hari. Bagian paling menantang yakni mempertahankan kesegaran rangkaian pada pameran 8 hari itu. Alumnus Jurusan Desain Interior, Universtias Trisakti, itu mesti mengganti tanaman layu setiap saat. Kerja keras itu berbuah manis. Rangkaian karya Andy bertajuk Indonesia, the land of culture and biodiversity menyabet medali perak pada kategori Window to the World.

Andy Djati Utomo kerap diundang untuk demonstrasi pembuatan rangkaian bunga di luar negeri.
Andy Djati Utomo kerap diundang untuk demonstrasi pembuatan rangkaian bunga di luar negeri.

Apa rahasianya sehingga rangkaian itu meraih gelar bergengsi? Andy mengatakan saat itu menggabungkan rangkaian bunga negara-negara di Eropa, Amerika, dan Asia. “Inspirasi juga berasal dari rangkaian tradisional tanah air,” kata pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, itu. Pria 40 tahun itu tidak asal bicara. Rangkaian itu tersusun dari janur khas Nusantara, ikebana milik Jepang, serta susunan bunga bertema bebas dan kontemporer ala Eropa.

Melati dan mawar mendominasi rangkaian cantik itu. Pada akhir 2007 Andy menerbitkan buku berisi kumpulan hasil karyanya. Buku berjudul Flowers for the Brides Series, A Bridal Bouquet Collection itu meggunakan dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Buku itu menjadi best seller di komunitas perangkai bunga luar negeri seperti di Singapura, Hongkong, dan Macau. Prestasi Andy lainnya meraih penghargaan bronze leaf medal.

Publikasi di berbagai media asing membuktikan eksistensi Andy Djati Utomo sebagai perangkai bunga tingkat internasional.
Publikasi di berbagai media asing membuktikan eksistensi Andy Djati Utomo sebagai perangkai bunga tingkat internasional.

Ia meraih penghargaan bergensi itu pada kontes merangkai bunga bertajuk Stichtingkunst Boek di Belgia pada 2007. Artinya ia menduduki peringkat ketiga terbaik dari 158 perangkai bunga yang berasal dari 28 negara. Andy mengatakan, inspirasi merangkai bunga datang dari mana saja seperti saat melihat pemandangan alam, model busana, bahkan adegan film. Oleh karena itu ia selalu membawa buku kecil di saku. Begitu mendapat ide, ia langsung menuangkan dalam bentuk gambar.

Pengajar
Semua prestasi itu buah konsistensi Andy menekuni dunia rangkaian bunga. Tentu saja semua pencapaian itu mengharumkan Indonesia di mancanegara. Sejak sukses mencuri perhatian pada gelaran Singapore Flower Festival 2001, banyak pihak meminta Andi menjadi pengajar kursus singkat merangkai bunga. Kegiatan demonstrasi pun meningkat. Permintaan itu berasal dari dalam dan luar negeri seperti Jepang, Singapura, Korea, Tiongkok, dan Malaysia.

Bunga artifisial kerap dipergunakan dalam rangkaian sebagai pelengkap ornamen yang tidak dapat diperoleh dari bunga segar.
Bunga artifisial kerap dipergunakan dalam rangkaian sebagai pelengkap ornamen yang tidak dapat diperoleh dari bunga segar.

Pada 2005—2008 ia kerap berpartisipasi pada ekshibisi dan festival rangkaian bunga di mancanegara. “Itu tahun tersibuk saya,” kata pria berumur 40 tahun itu. Andy menyanggupi semua undangan itu karena merasa bertanggung jawab membagi ilmu dan menyiapkan kader floral designer berikutnya. Andy mengikuti berbagai kontes dan demonstrasi merangkai bunga di dalam dan luar negeri.

Andy kini memfokuskan diri pada dunia pendidikan merangkai bunga pada 2010. “Tujuan saya membagikan ilmu merangkai bunga kepada semua orang yang tertarik,” kata Andy. Ia membuat kurikulum pengajaran menjadi 2 yaitu untuk pehobi dan profesional floral artist. Materi untuk pehobi meliputi materi dasar seperti membuat 3 jenis bouquet dan membuat rangkaian secara dalam berbagai bentuk (vertikal, horisontal, simetris dan asimetris) . Durasi pembelajaran relatif singkat yaitu 1—2 kali pertemuan atau 3 jam per pertemuan.

Untuk kelas profesional materi lebih mendalam dan durasi belajar lebih lama. Bahkan berbulan-bulan hingga siswa mahir sesuai permintaan. Andy menjamin mutu pengajaran itu sangat berkualitas karena ia sendiri yang menjadi pengajarnya. Ia pun mendirikan studio bernama “Intuition Floral Art Studio” di Bellezza Shopping Arcade, Permata Hijau, Jakarta Selatan, agar memudahkan siswa belajar.

Prospek

Floral art lebih tepat disematkan pada karya Andy Djati Utomo karena menggunakan seluruh bagian tanaman dari daun sampai akar.
Floral art lebih tepat disematkan pada karya Andy Djati Utomo karena menggunakan seluruh bagian tanaman dari daun sampai akar.

Menurut Andy menjadi pengajar berarti harus selalu mengikuti perkembangan informasi mutakhir dunia merangkai bunga. Artinya ia juga harus bisa menghasilkan karya-karya rangkaian bunga terbaru. Beruntung lokasi studio relatif dekat dengan pasar bunga Rawa Belong, Jakarta Barat. Jadi lelaki yang saat ini menggemari fitness itu mudah memperoleh bahan baku bunga segar, daun, akar, dan bunga artifisial.

Ia kerap menggunakan bunga-bunga segar lokal seperti melati, mawar, lili, dan krisan saat mengajar. Lazimnya setiap perangkai bunga memiliki ciri khas dalam rangkaiannya. Andy tidak menyadari hal itu. “Malah rekan-rekan saya mengetahuinya,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Perangkai Bunga Indonesia periode 2012—2016 itu. Ciri rangkaian Andy sarat denga detail, rapi, tegas, dan kerap menggunakan warna gelap sehingga terkesan maskulin.

Rangkaian bunga bukan barang baru bagi Andy. Sejak 1993 ia meyakinkan diri menjalani profesi desainer flora. Nama dan karier Andy menguat di Indonesia setelah memenangkan kejuaraan nasional merangkai bunga pada 1997. Sejak itu ia menjadi perancang flora yang diperhitungkan di tanahair. Sejatinya Andy bermaksud menempuh pendidikan floral design di luar negeri.

Andy Djati Utomo membuktikan bahwa rangkaian bunga juga dapat dipergunakan sebagai aksesori fashion berupa penutup kepala.
Andy Djati Utomo membuktikan bahwa rangkaian bunga juga dapat dipergunakan sebagai aksesori fashion berupa penutup kepala.

Rencana itu gagal karena biaya kuliah membengkak karena krisi keuangan melanda Indonesia pada 1998. Ia kemudian menempuh pendidikan formal sebagai sarjana seni di bidang desain interior, sebuah cabang ilmu yang memungkinkan Andi memasukkan unsur floral design. Setelah lulus, ia aktif belajar di berbagai negara seperti Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan di bidang merangkai bunga.

Andy Djati Utomo mengajarkan secara langsung materi merangkai bunga kepada para siswanya.
Andy Djati Utomo mengajarkan secara langsung materi merangkai bunga kepada para siswanya.

Dari situlah ia mendapatkan berbagai pengaruh dalam gaya merangkai bunga. Menurut Andy kini dunia merangkai bunga tengah berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, revolusi teknologi informasi berupa media sosial memudahkan setiap orang mendapatkan informasi mengenai model terbaru rangkaian bunga. Bahkan konsumen bisa membeli rangkaian bunga secara daring.

Sebagian besar bahan rangkaian berupa bunga segar diperoleh dari pasar bunga Rawabelong, Jakarta Barat.
Sebagian besar bahan rangkaian berupa bunga segar diperoleh dari pasar bunga Rawabelong, Jakarta Barat.

Namun, hal itu justru meniadakan esensi rangkaian bunga yang seharusnya dapat dinikmati semua panca indera. Meskipun demikian Andy optimis dunia merangkai bunga tetap eksis. Alasannya ada permintaan untuk aksesori penghias hotel, perkantoran, dan berbagai jenis acara seperti pernikahan. (Muhammad Hernawan Nugroho)


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This