Thursday, July 25, 2024

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners (Ns).  Perempuan asal Desa Sukamenak, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, itu mengolah bayam menjadi keripik.

Setiap pekan Filsya menjual 40—50 pak keripik bayam. Kini Filsya sukses menjual sekitar 2.000 kemasan olahan keripik bayam dengan merek Filsyakhoi itu, sehingga meraih omzet Rp50 juta saban bulan.

Anak muda berusia 27 tahun itu juga turut membantu para petani bayam. Total ada 8 karyawan dan 8 petani mitra yang memasok 500 kg bayam per bulan. Petani mitra tersebar di 6 titik di 3 kecamatan yakni Ciawi, Pagerageng, dan Sukaresik.

Sebetulnya Filsya belum puas dengan apa yang ia raih saat ini. Alasannya ia ingin bisa berdampak lebih luas lagi dengan keterlibatan stakeholder dari hulu ke hilir pada pertanian bayam. Harapan besar Filsya yaitu bisa menciptakan desa wisata berbasis komunitas pertanian bayam.

Sebelum ke arah sana ia menyiapkan lahan pertanian khusus seluas 60 bata (840 m2 ) untuk bayam serta tengah menunggu investasi yang cukup besar untuk scale up produk ke 60 toko retail nasional pada 2024.

“Kemasan terbaru tengah kami siapkan untuk bersaing dengan jajaran kudapan (snack) ringan ternama. Rencananya kami pasarkan ke retail nasional,” kata perempuan berumur 27 tahun itu.

Ternyata penggemar olahan bayam olahan Filsya tidak hanya dari dalam negeri. Ada tawaran mengekspor produk bayam milik Filsya ke Jepang. Namun saat ini ia ingin fokus memenuhi permintaan pasar nasional terlebih dahulu sebelum bisa melangkah ke pasar global.

Modal Filsya memulai usaha olahan bayam awalnya hanya Rp1 juta dari insentif beasiswa selama menempuh pendidikan sarjana. Dari modal itu ia membeli bayam di petani sekitar rumah. Dorongan memberdayakan orang -orang sekitar merupakan motivasi Filsya menekuni dan meneruskan usaha olahan bayam.

“Di daerah tempat tinggal saya masih sedikit orang yang bisa mengenyam perguruan tinggi. Saya melihat ada peluang untuk bisa berdampak bagi masyarakat sekitar. Kebetulan yang banyak ditanam bayam, lalu saya punya ide membuat crackers dan ternyata dapat diterima dengan baik,” ungkap ibu satu anak itu.

Baca selengkapnya pada Majalah Edisi 655 Juni 2024 Dapatkan Majalah Trubus Edisi 655 Juni 2024 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img