Thursday, July 25, 2024

Hasil Melon Premium, Pekebun di Bondowoso Tanam di Greenhouse Bambu

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Petani di Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Erik Susanto memilih  menanam melon di rumah tanam (greenhouse) berbahan bambu kreasi sendiri sejak 2020.

Saat itu ia menghabiskan dana Rp15 juta untuk pembuatan greenhouse. Meski dalam rumah tanam, Erik menanam melon langsung di lahan. Ia membuat guludan dan menutupnya dengan mulsa plastik hitam perak.

Pada 70 hari setelah tanam, tingkat kemanisan melon Erik minimal 15°briks. Syarat melon premium sesuai permintaan pasar yakni berbobot 0,8—1,2 kg dan memiliki tingkat kemanisan 12—18°briks. Syarat lain, penampilan kulit buah mulus, tanpa bekas gerekan serangga.

Rumah tanam Erik saat itu menghasilkan 900 kg melon per siklus budidaya atau 70 hari. Ia menjual melon Rp12.500 per kg sehingga memperoleh omzet Rp11,2 juta. Erik menghitung biaya produksi melon dalam rumah tanam bambu sekitar Rp4.000 per tanaman.

Menurut Erik ongkos produksi relatif rendah karena penghematan biaya fungisida dalam greenhouse mencapai 70%. Selain itu Erik menggunakan bedengan untuk 4 siklus budidaya.

“Jadi, ia tidak membongkar bedengan setelah pemanenan,” ujar Erik. Setelah dikurangi ongkos produksi, ia mengantongi keuntungan Rp7,65 juta.

Dengan biaya yang relatif rendah dan profit lumayan ia pun ketagihan membudidayakan melon.  Para pemula yang belum berpengalaman pun berpotensi berhasil menanam melon. Buktinya Erik berhasil membudidayakan melon meski tidak ada pengalaman sebelumnya.

Selama membudidayakan melon ia kerap bertanya kepada pekebun lain yang berpengalaman. Erik cenderung menyukai greenhouse bambu karena biaya lebih murah daripada greenhouse bukan bambu.

“Harga greenhouse bambu Rp60.000—Rp100.000 per m2 tergantung jenis bambu. Sementara harga greenhouse besi galvanis Rp600.000— Rp700.000 per m2,” kata Erik.

Tentu harga di setiap daerah berbeda. Harga itu tidak menjadi patokan. Petani bermodal terbatas pun kemungkinan bisa membangun greenhouse bambu. 

Kelebihan lain greenhouse bambu yakni tidak perlu mengganti semua bambu jika ada satu bagian yang rusak. Meski masa pakai 5 tahun, petani tidak perlu menggganti semua bagian. Hanya bagian tertentu yang perlu diperbarui.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img