Sunday, August 14, 2022

Belimbing Spektakuler 2 Kg/Buah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pernah membayangkan me- nyantap belimbing seukuran buah melon?

 

Buah bintang raksasa itu ada di kediaman Eko Mulyanto di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Enam buah berukuran sebesar buah melon dewasa bergelayut di dua cabang utama tabulampot carambola setinggi 1,5 m dalam pot plastik hitam berdiameter 60 cm.

Total jenderal terdapat 20 Averrhoa carambola jumbo di tabulampot berumur 5,5 tahun itu. Eko memanen 14 buah berbobot rata-rata 1,2-1,5 kg selang 3 bulan setelah bunga muncul. Sisanya, 6 buah seperti diceritakan di atas, baru dipanen satu bulan  kemudian dengan bobot 2 kg per buah.

Jenis baru

Belimbing berbobot 2 kg per buah, berita spektakuler. Ricky Hadimulya, penangkar buah di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menuturkan meski tanaman mendapat perlakuan khusus, seperti tambahan asupan nutrisi, kenaikan bobot buah belimbing paling pol dua kali lipat. Belimbing paling jumbo yang dikenal selama ini jenis dewa dengan bobot maksimal 500 g. Bila bobotnya didongkrak paling hanya menjadi 800 g per buah.

Kepala Pusat Kajian Buah Tropika Institut Pertanian Bogor (PKBT IPB), Sobir PhD dan kepala Bagian Pelatihan, Produksi, dan Penelitian, Taman Wisata Mekarsari, di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Ir AF Margianasari mengamini. “Bobot belimbing memang dapat dipacu dengan perlakuan khusus, tetapi untuk mendapat bobot di atas 1 kg itu sulit dilakukan,” tutur Margianasari.

Buah carambola jumbo biasanya dari jenis bangkok, malaya, dan dewa, tapi bobot buah di atas 1 kg tidak pernah didapat. Oleh karena itu Sobir dan Margianasari menduga, belimbing koleksi Eko jenis baru. “Buah berbobot 1,2-1,5  kg mencapai 70% dari total panen itu menunjukkan bobot asli belimbing itu. Sedangkan 30% sisanya yang berbobot 2 kg adalah dampak dari perlakuan yang diberikan,” tutur Sobir.

Asal Demak

Eko mendapat bibit belimbing raksasa itu dari seorang teman pada 3 tahun silam. Sebanyak delapan tanaman hasil cangkok berumur 2,5 tahun ia tanam dalam pot bermediakan tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Namun hanya 5 tanaman yang bertahan hidup.

Menurut sang teman, itu buah bintang dari Demak. “Tapi melihat bentuk buahnya itu seperti dewa,” kata staf  Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, itu. Penangkar buah senior di Demak, Jawa Tengah, Prakoso Heryono, menuturkan sosok buah belimbing dewa dan demak jenis jingga memang mirip. “Warna buah sama-jingga-dan sosok bongsor,” tutur Prakoso. Bedanya ketika dibelah melintang lingir belimbing dewa membulat, sedangkan lingir demak jingga memanjang menyerupai bentuk bintang sempurna.

Pengalaman Prakoso, belimbing demak yang ditanam di tanah dan mendapat pemupukan standar menghasilkan buah berbobot hingga 600 gr. “Dengan perawatan lebih intensif, misalnya pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT), bobot buah bisa naik dua kali lipat yaitu 1,2 kg,” tutur pemilik nurseri Satya Pelita itu. Prakoso menuturkan untuk memastikan belimbing itu varian atau jenis baru sebaiknya diuji multilokasi. “Itu untuk memastikan karakter unggulnya tidak berubah meski ditanam di lain tempat,” ujarnya.

Cukup nutrisi

Eko merawat lima tabulampot belimbing di kediaman dengan intensif (lihat ilustrasi). Alumnus Universitas Nusantara Manado itu menambahkan 20 ml bakteri rhizosfer yang dilarutkan dalam 14 liter air. Setiap tanaman mendapatkan 2 liter larutan bakteri rhizosfer itu. “Bakteri rhizosfer membuat penyerapan nutrisi oleh akar menjadi lebih cepat,” tutur Margianasari. Eko juga memberikan ZPT organik. Menurut Margianasari pemberian ZPT di awal tanam membuat tanaman cukup makanan sehingga saat memasuki masa generatif tidak kekurangan nutrisi untuk perkembangan buah.

Telur ayam

Saat tanaman berbunga, Eko memberikan pupuk campuran 200 gram kalium nitrat (KNO3), 200 gram pupuk makro, 100 gram pupuk mikro, dan sebutir telur ayam kocok yang dilarutkan dalam 5 liter air. “Telur ayam berperan menambah dompolan bunga karena mengandung asam amino yang mudah diserap tanaman,” tutur Eko.

Eko hanya mempertahankan bunga yang muncul di batang untuk menjadi buah. Buah di batang biasanya berukuran lebih besar, sosok sempurna, dan rasanya lebih manis daripada buah di ranting dan cabang. “Itu berhubungan dengan luas penampang batang yang jauh lebih besar daripada ranting dan cabang. Perbedaan luas penampang menunjukkan perbedaan jumlah aliran nutrisi. Semakin besar penampang, jumlah nutrisi semakin banyak,” katanya.

Ketika bunga berubah menjadi pentil-21 hari pascakemuculan bunga-Eko menyeleksi buah. Buah berbentuk sempurna dan sehat dipertahankan, buah cacat dan kuntet dibuang. Biasanya Eko mempertahankan 2-3 buah per dompol atau total jenderal 20 buah per tanaman. Buah terpilih dibungkus kertas semen.

Selang 3 bulan pascaberbunga, Eko memanen bintang-bintang raksasa. Menurut Riris perawatan rutin dan berimbang yang dilakukan Eko dari awal tanam hingga berbuah berperan besar dalam memacu bobot buah. Dengan begitu belimbing jumbo pun tak sekadar impian. (Andari Titisari)

Keterangan foto

  1. Kadar kemanisan mencapai   11-12° briks
  2. Eko Mulyanto dan belimbing jumbonya
  3. Belimbing raksasa hasil tabulampot
Previous articleBola Salju Bisnis Koi
Next articleRaja Kecil Rasa Besar
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img