Saturday, January 17, 2026

Beras Warna, Inovasi Pangan Fungsional

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) tengah melakukan riset pangan fungsional. Tujuannya adalah menghasilkan produk sehat dan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Heni Purwaningsih, periset PRTPP, menjelaskan bahwa timnya sedang mengembangkan olahan dari beras merah dan hitam. Diversifikasi ini dilakukan agar masyarakat tidak bosan dengan olahan beras warna yang selama ini hanya dijadikan nasi.

Menurut Heni, beras warna dapat diolah menjadi berbagai makanan seperti mi instan, biskuit, dan cracker. Produk tersebut dikembangkan setelah melalui tahap pengamatan dan pengujian.

Beras warna mengandung serat pangan tinggi serta memiliki indeks glikemik rendah. Kandungan ini membuatnya potensial dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit yang berkaitan dengan pola makan.

Heni menyebut, bahan-bahan pangan modifikasi untuk penderita diabetes umumnya mahal dan sulit ditemukan. Sementara itu, beras warna relatif murah dan mudah didapat di pasar tradisional.

Beras merah dan hitam lokal merupakan pangan fungsional yang mendukung daya tahan tubuh. Selain itu, kandungannya juga dapat membantu memperlambat penuaan dan mempercepat pemulihan tubuh.

Melansir pada laman BRIN, salah satu varietas beras merah lokal, yaitu Segreng dari Yogyakarta, diketahui berpotensi menurunkan kadar gula darah. Efek ini terbukti lewat uji coba pada tikus dengan hasil penurunan glukosa dari konsumsi 75% nasi merah.

Heni berharap riset ini mampu memotivasi petani untuk meningkatkan produksi beras warna. Sebab, saat ini produksinya masih tergolong rendah.

Namun, ia juga mengakui masih ada tantangan dalam pengembangan diversifikasi produk berbahan dasar beras warna. Di antaranya adalah harga yang cukup tinggi dan kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat kesehatannya.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img