Sunday, January 25, 2026

Beternak Kelinci: Peluang Usaha dari Daging hingga Pupuk Organik

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Beternak kelinci menjadi pilihan bagi sebagian orang. Pada awal 1980-an mulai dipopulerkan sate kelinci. Sekarang sudah lebih dari 11 provinsi dan 24 kabupaten/kota tersebar di seluruh Indonesia.

“Awalnya istri saya tidak percaya bahwa saya akan sukses sebagai peternak kelinci. Namun saya ingat nasihat kakek, usaha apa pun kalau dijalani dengan serius akan berhasil,” ujar produsen kelinci di Provinsi Jawa Tengah, Abdi Susanto yang populer dipanggil Mas Antok.

Ia mendirikan Antok Blok Terwelu Kaliabu. Mas Antok mengorganisasi lebih dari 200 mitra di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tidak pelak lagi Mas Antok berani mengklaim sebagai produsen kelinci pedaging terbesar di Indonesia.

“Sedang membangun kandang untuk 30.000 kelinci,” ujarnya. Betul saja! Kini dengan merawat belasan ribu kelinci, dia bisa memotong sekitar 200 ekor per hari.

Nah, berapa harga daging kelinci? Kalau kita belanja di lokapasar, harganya dipatok Rp126.000 hingga Rp273.000 yang tanpa tulang.

“Jakarta adalah pasar paling bagus. Terutama untuk kepala kelinci yang disukai ibu-ibu. Katanya bisa meningkatkan kesuburan, bila sudah lama menikah tapi belum hamil,” kata Mas Antok dalam siaran yang sudah ditonton ratusan ribu orang.

Pembibitan kelinci pedaging dihargai Rp250.000 menurut laman Kabupaten Blora. Peternak yang diwawancara dari Kelurahan Karangjati bernama Rahmat Amin.

“Untuk indukan saya memelihara 60 kelinci pedaging. Setelah lima bulan berkembang jadi 500 ekor. Untuk lompatan bunting 1 banding 5. Artinya satu indukan beranak 5 ekor. Sementara harga anak kelinci sapihan Rp50.000—Rp75.000,“ kata Rahmat.

Jadi selain harga daging kelinci bagus, anakannya bisa juga untuk dikembangkan. Dalam setahun seekor indukan kelinci bisa beranak 6 kali. Alasannya masa bunting kelinci 29—35 hari.

Itulah yang mendorong Anom Sukoco memiara kelinci. Mulai dari tiga ekor, dua betina satu jantan, kini telah menjadi ratusan. Yang menarik, kotoran dan urine kelinci bisa dijual tersendiri. Urine kelinci diolah menjadi pupuk organik cair (POC). (Eka Budianta)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img