Saturday, June 22, 2024

Biodetas : Tanam Kedelai di Sawah Tadah Hujan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Salah satu faktor menurunnya produksi kedelai yakni benih yang kurang terjamin terutama varietas tahan kekeringan. Selain itu daya saing usahatani kedelai yang masih kalah dengan jagung dan kacang tanah. Salah satu solusi dengan teknologi biodetas.

Biodetas ditemukan oleh BSIP Tanaman Kacang. Menurut Prof. Dr. Arief Harsono, M.S. teknologi itu bertanam kedelai dengan pupuk hayati di sawah tadah hujan.

Inti teknologi biodetas menggunakan varietas unggul plus pupuk hayati dan pupuk organik yang mampu memperbaiki kesuburan biologi dan fisik tanah.

Teknologi biodetas dimulai dengan memotong jerami—lahan bekas penanaman padi—hingga 1—3 cm di atas permukaan tanah. Kemudian semprotkan herbisida untuk mengendalikan gulma, dan buat saluran drainase pada setiap lebar bedengan 4—5 m.

Gunakan kedelai varietas unggul seperti anjasmoro, dega 1, dena 1, dan argomulyo. Sebelum tanam, campur terlebih dahulu benih dengan pupuk hayati agrisoy yang mengandung rhizobium dengan dosis 40 gram per 8 kg benih.

Pupuk hayati itu mampu memacu pembentukan bintil akar tanaman kedelai. Harap mafhum, apabila tanaman dapat membentuk bintil akar dengan baik, 60% lebih kebutuhan pupuk nitrogen tanaman sudah terpenuhi melalui fiksasi nitrogen yang ada di udara.

Penanaman  benih dengan menugal berjarak 40 cm x 15 cm. Isi setiap lubang tanam 2—3 benih lalu tutup dengan satu sendok makan pupuk organik berupa kotoran kambing atau sapi. Mereka menaburkan pupuk NPK saat tanaman berumur 10 hari di sebelah barisan tanaman.

Dosisnya 200 kg Phonska dan 50 kg SP36 per hektare. Kendalikan gulma saat tanaman berumur sekitar dua pekan dengan herbisida kontak. Pengendalian gulma selanjutnya secara manual. Untuk pengendalian hama dan penyakit semprotkan pestisida secara bijak atau sesuai dengan dosis anjuran.

Panen kedelai dengan memotong batang dekat permukaan tanah ketika tanaman sudah menua. Tandanya daundaun menguning dan rontok, polong berisi penuh berwarna cokelat dan mengering.

Segera jemur brangkasan—tanaman yang telah dipotong—dengan diberi alas, lalu dibijikan dengan menggunakan mesin perontok. Potensi teknologi biodetas menghasilkan rata-rata 1,97 ton per hektare kedelai.

Selain itu uji  coba teknologi biodetas plus—penambahan pestisida hayati yang mengandung cendawan Beauveria bassiana dan virus entomopatogen yang mengandung partikel polyhedrosis virus.

Produktivitas kedelai memang lebih tinggi mencapai 3,2 ton per hektare. Namun, biaya produksinya tinggi mencapai Rp10,6 juta per hektare, sehingga keuntungannya masih kalah dengan teknologi biodetas. Keuntungan biodetas plus mencapai Rp8,5 juta per hektare.

Harapannya teknologi biodetas mampu meningkatkan rata-rata produktivitas nasional yang saat ini 1,6 ton per hektare menjadi 1,7 ton per hektare. Petani tidak lagi beralasan enggan menanam kedelai karena keterbatasan air. Di daerah tadah hujan sekalipun, kini petani tetap dapat menanam kedelai.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img