Thursday, August 18, 2022

Buah Lonceng Genjah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tiga paprika baru yang tinggi produksi, genjah, dan unggul.

Pilihan varietas paprika baru dari produsen benih Enza Zaden
Pilihan varietas paprika baru dari produsen benih Enza Zaden

Sebanyak 200 tanaman paprika itu berderet rapi di rumah plastik berukuran 500 m². Setiap tanaman terdiri atas 3—5 buah siap panen berwarna merah menyala. Padahal, umur tanaman anggota famili Solanaceae itu baru 110 hari sejak tanam. Itu 7 hari lebih cepat dibandingkan dengan paprika jenis lain. Paprika berukuran sedang itu berbobot 180—200 g per buah. Itulah paprika baru bernama maldonado.

Petani di Desa Ciharus, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Dedin Mauludin, menanam paprika genjah itu pada Desember 2015. Menurut Dedin ukuran daun maldonado tidak terlau besar menjadi salah satu pemacu waktu panen paprika lebih cepat. Daun dengan lebar 10—15 cm itu memberikan ruang lebih banyak untuk sinar matahari masuk, sehingga membantu perubahan warna paprika dari hijau ke merah.

Produktivitas tinggi

Varietas baru paprika kuning bernama volante.
Varietas baru paprika kuning bernama volante.

Menurut Dedin, “Daun maldonado lebih kecil dibandingkan viper varietas paprika merah yang sebelumnya saya tanam.” Perubahan warna dari hijau ke merah membutuhkan waktu sekitar 30—40 hari. Bentuk buah yang blocky juga menjadi salah satu keunggulan maldonado. Waktu simpan maldonado hampir sama dengan paprika lain, yakni 10—15 hari pascapanen di suhu ruang.

Maldonado paprika anyar hasil pemuliaan PT Enza Zaden yang diedarkan oleh PT Indogreen Seed Indonesia. Menurut Direktur PT Indogreen Seed Indonesia, Agus Setiyono, petani menggemari paprika maldonado. Selain Dedin, Deden Wahyu Amaludin petani paprika di Pasirlangu, Lembang, Bandung, Jawa Barat, juga tertarik membudidayakan maldonado dalam jumlah banyak hingga 1000 tanaman.

Dedin Mauludin petani paprika sejak 1995 di Garut, Jawa Barat
Dedin Mauludin petani paprika sejak 1995 di Garut, Jawa Barat

Varietas baru itu berproduksi tinggi pada awal pembuahan. “Hasil panen pertama pada Maret 2016 rata-rata menghasilkan 974 gram buah per tanaman,” ujar Dedin. Menurut petani paprika sejak 1997 itu produksi maldonado cukup tinggi. Ia belum mengetahui produktivitas tanaman per musim tanam karena baru panen pertama. Petani biasanya menanam paprika selama 8—12 bulan per musim tanam. Panen paprika pertama dapat dilakukan sekitar 4 bulan setelah tanam.

Maldonado juga termasuk varietas yang cepat melakukan pemulihan jika terserang hama dan penyakit. Menurut Dedin hama thrips dan penyakit akibat cendawan merupakan masalah utama yang paling merugikan petani paprika. Hal itu juga yang dikatakan oleh Rein Rodenburg, senior konsultan khusus tanaman paprika dari Enza Zaden. Rein menyarankan untuk mengganti semua media tanam, polibag, dan mulsa yang digunakan pada musim tanam berikutnya. Menurut Rein, dengan cara itu maka siklus hidup thrips akan terputus.

Jika hanya mengandalkan penyemprotan pestisida maka telur dan larva yang sering bersembunyi di bawah polibag dan media tanam tidak akan mati. “Telur akan menetas dan menjadi dewasa lalu menyerang tanaman paprika lagi,” ujarnya. Selain itu jika menggunkan pestisida yang sama secara terus menerus maka thrips akan resisten atau kebal. Untuk mengendalikan hama trip dalam satu musim tanam maka perlu menggunakan pestisida yang berbeda-beda.

Selain maldonado yang berwarna merah, paprika baru lain adalah bentley dan volante yang berwarna kuning dari Enza Zaden. Dedin membudidayakan 200 tananam betley pada Desember 2016. Pertumbuhan tanaman dan buah paprika batley itu seragam. “Waktu panen juga lebih cepat 10 hari dibandingkan varietas paprika kuning lain,” ujar Dedin. Petani berusia 47 tahun itu menuai paprika betley pada umur 107 hari setelah tanam. Deden lebih tertarik menanam paprika kuning, volante. Menurut Deden produktivitas paprika volante lebih tinggi, yakni mancapai 2,5—3 kilogram per tanaman per musim tanam.

Pasar
Menurut Deden pasar paprika kuning tidak sebanyak merah dan hijau, tetapi harus tetap tersedia di pasaran. “Jika dibandingkan, daya serap pasar untuk paprika merah 50%, hijau 30%, dan kuning hanya 20%,” ujar pria kelahiran 15 Februari 1967 itu. Jika paprika kuning dan merah didapatkan dari varietas yang berbeda, paprika hijau dapat dipanen dari semua varietas yang ditanam.

Maldonado varietas paprika merah baru dari produsen benih Enza Zaden.
Maldonado varietas paprika merah baru dari produsen benih Enza Zaden.

Kedua petani paprika itu biasanya panen paprika hijau 40—50 hari sebelum buah berubah warna menjadi kuning atau merah. Menurut Dedin panen paprika hijau lebih baik dari varietas paprika merah. “Jika dipanen dari varietas paprika merah maka kemungkinan berubah menjadi merah setelah dipanen lebih sedikit,” ujarnya. Adapun jika panen paprika hijau dari varietas paprika kuning kemungkinan berubah warna saat pascapanen akan lebih besar.

Pasar meminta warna buah paprika yang utuh atau tidak ada semburat warna lain dalam satu buah. Dedin juga biasa memanen paprika hijau sebagai seleksi paprika merah. Ia mencermati bobot buah paprika merah pada 70—80 hari setelah penyerbukan. Jika taksiran bobot belum mencapai 150—200 gram per buah, Dedin memilih untuk memanen saat itu juga atau panen hijau.

“Jika belum mencapai bobot itu maka kemungkinan bobot paprika saat berumur 110 hari atau saat panen merah tidak mencapai target,” ujar Dedin. Para petani menuai paprika hijau berbobot 100—150 gram per buah, sedangkan merah sekitar 200—300 gram tergantung permintaan. (Ian Purnama Sari)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img