Thursday, February 9, 2023

Cadangan Pakan Saat Kemarau

Rekomendasi

Meracik silase singkong karet dengan tehnik fermentasi demi ketersediaan pakan saat kemarau.

Yusuf Munandar (berbaju cokelat) menunjukkan pakan silase. (Dok. Trubus)

Trubus — Kemarau momok bagi Abdul Latif. Peternak Jakarta Selatan itu sulit mencari hijauan sebagai pakan utama ternak. Pria 35 tahun itu kerap mencari hijauan ke luar kota seperti Bogor dan Tangerang. Menurut pendamping program kegiatan peternakan Dompet Dhuafa di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Agung Kharisma, pengadaan pakan ternak di atas 30 kilometer tidak ekonomis.

Andai Latif mengolah hijauan menjadi silase kesulitan itu tak perlu terjadi. Peternakan domba di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Bangun Karso Farm membuktikannya. Menurut anggota staf bagian pemasaran Bangun Karso Farm, Yusuf Munandar, tujuan membuat silase demi mencukupi kebutuhan pakan ketika kemarau. Harap mafhum, kebutuhan pakan hijauan rata-rata 10% dari bobot ternak per hari.

Singkong karet

Bobot domba rata-rata 20 kilogram sehingga kebutuhan hijauan 2 kilogram per ekor per hari. Bangun Karso Farm mengelola 500—800 ekor domba. Oleh karena itu, kebutuhan hijauan 1—1,6 ton per hari. Kebutuhan hijauan tinggi keruan membuat kelimpungan saat kemarau. Menurut Yusuf semula membuat silase dari jagung, tetapi kurang efisien. Tanaman anggota keluarga Poaceae itu kerap terserang hama. Bobot hijauan yang diharapkan sebagai pakan kurang optimal.

Bangun Dioro menyarankannya menanam singkong karet Manihot glaziovii sebagai sumber hijauan. Kelebihan singkong karet tidak mudah terserang hama jika dibandingkan dengan jagung. Tanaman anggota famili Euphorbiaceae itu memiliki kandungan sianida tinggi. Jika diberikan segar dan kondisi ternak kurang optimal bisa menyebabkan sakit bahkan mati. Oleh karena itulah, perlu pengolahan agar gizi meningkat dan sianida turun. Caranya memfermentasi pakan.

Alumnus Jurusan Peternakan, Institut Pertanian Bogor, itu mengatakan, kadar air singkong karet di bawah 30% cocok sebagai bahan pakan silase. “Jika kadar air terlalu tinggi malah menyebabkan pembusukan,” katanya. Upaya mengoptimalkan menurunkan kadar air bisa dengan melayukan atau menyimpan pada suhu ruang beberapa jam sebelum dicacah. Pembuatan pakan silase secara umum terbagi menjadi 6 tahapan.

Singkong karet ideal sebagai bahan silase karena kadar air di bawah 30%. (Dok. Trubus)

Keenam tahap itu antara lain pelayuan, pencacahan, pemberian agen hayati, meratakan, memasukan pada wadah, dan fermentasi (Lihat ilustrasi Membuat Pakan dari Singkong Karet). Lama fermentasi lazimnya 3 hari hingga sepekan. Membuat silase dengan teknik fermentasi tentu butuh tambahan agen hayati. Pilihannya bisa membeli agen hayati pabrikan atau meracik sendiri dari berbagai bahan yang mudah ditemukan.

Bikin sendiri

Menurut dokter hewan di Kota Malang, Jawa Timur, drh. Benediktus Bobby Chrisenta racikan agen hayati bisa menggunakan bahan kefir, molase, dan air dengan rasio 1 : 2 :10. Artinya 1 liter kefir, 2 liter molase, dan 10 liter air. Peternak menambahkan agen hayati pada bahan hijauan setelah mencacah. Semprotkan cairan secara merata hingga bahan berembun sebelum menyimpan di ada wadah kedap. Waktu fermnetasi 3—7 hari, lalu simpan di wadah kedap udara.

Ciri fermentasi berhasil pakan beraroma mirip tapai. Jika gagal aroma pakan berbau tengik. Menurut Yusuf kontaminasi akibat terlalu banyak udara masuk pada wadah dan cendawan. Lazimnya kontaminasi hanya pada permukaan. Cirinya pada lapisan atas cacahan hijauan diselimuti serabut layakanya oncom. Bagian bawah masih bisa dipergunakan jika tidak ada serabut.

(Dok. Trubus)

“Solusi biasanya hanya membuang lapisan atas sekitar 5 cm jika terkontminasi saat penyimpanan,” kata Yusuf. Pria 27 tahun itu menyarankan menghabiskan silase pada 1 wadah pada 2—3 hari setelah diberikan pada ternak. Tujuannya mencegah kontaminasi cendawan. Bangun Karso Farm menggunakan silase dengan teknik fermentasi sejak 2016. Saat kemarau tidak terlalu kekurangan hijauan.

Pakan fermentase silase bisa tahan hingga 1 tahun. Jadi, ketika kemarau tiba, Bangun Karso Farm tak perlu risau untuk meneydiakan ratusan domba. Luasan 4 hektare singkong karet cukup untuk memenuhi 500—800 ekor domba saat musim panas. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Previous articleCetak Briket Kokawa
Next articleJasa Jati Demi Sapi
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Limbah Tandan Kelapa Sawit Diolah Menjadi Bahan Baku Fashion

Trubus.id — Indonesia, produsen sekaligus eksportir minyak sawit terbesar di dunia. Menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img