Trubus.id— Semula Tatang Supian, S. Pd. I. dan Lili Sutarli menggunakan mesin sosoh beras untuk menghilangkan kulit biji sorgum. Menurut pekebun dan pengolah sorgum di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, itu karakter gabah berbeda dengan sorgum.
“Kulit padi mudah terkelupas, sedangkan kulit sorgum cukup sulit. Sorgum membutuhkan 4 kali ulangan hingga bersih dari kulit ari jika menggunakan mesin sosoh beras,” kata Lili.
Satu kali penyosohan selama sejam sehingga Tatang dan Lili memerlukan waktu 8 jam untuk menyosoh 1 ton biji sorgum jika menggunakan mesin sosoh beras berkapasitas 1 ton.
Harga sekali penyosohan sorgum memakai mesin sosoh beras Rp500 per kilogram (kg) sehingga Tatang dan Lili merogoh kocek Rp2.000 per kg karena mesti 4 kali penyosohan.
Keterampilan operator mesin juga memengaruhi jumlah penyosohan. Biaya penyosohan berbeda di setiap daerah. Kini Tatang dan Lili hanya menyosoh biji sorgum 1—2 kali. Hasilnya biji sorgum bersih dari kulit ari dan siap melalui tahapan selanjutnya.
Penyosohan sorgum lebih sedikit karena Tatang dan Lili mengandalkan mesin sosoh sorgum bikinan sendiri. Mesin sosoh sorgum itu menggunakan logam abrasif sehingga cepat membersihkan kulit ari sorgum.
Harga sekali penyosohan dengan mesin sosoh sorgum Rp1.000 sehingga lebih murah daripada mesin sosoh padi. Meski penyosohan 2 kali pun harga sama dengan mesin sosoh padi, tetapi lebih hemat waktu.
Tatang dan Lili menjual mesin sosoh sorgum berkapasitas 1 ton per hari seharga Rp35 juta. Sementara harga mesin sosoh sorgum berkapasitas 10 ton per hari Rp100 juta. Keduanya memakai mesin sosoh sorgum rakitan sendiri sejak 2017 dan tidak ada masalah hingga kini.
“Mesin sosoh sorgum kami cukup ekonomis. Petani harus memiliki lahan minimal 20 ha untuk membeli mesin itu supaya biaya pembelian alat cepat terganti,” kata Lili.
Selama ini penjualan mesin sosoh sorgum hanya di komunitas Agribisnis Sejati Petani Sorgum Indonesia (Sepasi) bentukan Tatang dan Lili. Total jenderal petani pengguna mesin sosoh itu mencapai 30 orang yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
Komunitas sorgum itu membangun sistem mulai dari hulu hingga hilir. Selain beras sorgum, ada 65 jenis olahan sorgum lainnya kreasi Sepasi seperti tepung sorgum, mi, dan gula cair.
