Cara Mengatasi Hama Boleng pada Tanaman Ubi Jalar

0
tanaman ubi jalar
Tanaman ubi jalar. (Dok. Trubus)

Trubus.id–Boleng atau lanas hama utama tanaman ubi jalar. Jika tidak dikendalikan Cylas formicarius bisa merugikan petani karena gagal panen. “Kalau kita mengonsumsi ubi jalar dan ada rasa pahitnya. Itu akibat hama boleng,” ujar peneliti di BSIP Aneka Kacang, Joko Restuono. 

Serangan boleng lebih banyak saat musim kemarau. Ketika musim hujan, banyak serangan penyakit kudis Sphaceloma batatas. Namun kerugiannya tak sebesar boleng, sekitar 50—70%. 

Selain penggunaan varietas yang agak tahan, pengendalian boleng dan kudis sejatinya mudah. Rendam bibit ubi jalar berupa setek dalam larutan insektisida berbahan aktif deltametrin dan fungisida berbahan aktif mankozeb selama 3—9 menit. 

Hasil penelitian Tantawizal dan rekan dari BSIP Aneka Kacang, cendawan entomopatogen Beauveria bassiana efektif mengendalikan hama boleng. Pencelupan setek ubi jalar ke dalam suspense konidia B. bassiana selama 30 menit plus penyemprotan 10 ml suspense ke tanah menekan serangan boleng hingga tersisa 5,33%. 

Bandingkan dengan kontrol yang tingkat kerusakannya mencapai 73,75%. Makin tinggi frekuensi aplikasi cendawan itu, tingkat kerusakan umbi dan populasi hama boleng makin rendah.

Peneliti hama dan penyakit di BSIP Aneka Kacang, Dr. Yusmani Prayogo, S.P., M.Si., mengatakan, hama Cylas menjadi salah satu kendala utama budidaya ubi jalar. Sejatinya ada tiga jenis hama Cylas yakni Cylas formicarius, C. brunneus, dan C. puncticollis

“Ketiganya tersebar ke seluruh dunia. Paling dominan di Indonesia Cylas formicarius,” kata Yusmani. 

Kebanyakan petani tidak menyadari serangan hama tersebut. Musababnya umbi baru diketahui terkena lanas ketika dimakan terasa pahit. Padahal menurut pengamatan Yusmani, satu tusukan larva C. formicarius mengubah warna umbi menjadi kebiruan. Serangga penggerek anggota famili Brentidae itu masuk melalui rongga tanah dan menusuk umbi.