Sunday, August 14, 2022

Di Akuarium Mereka Bersatu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sesekali 2 golden itu berenang mendekat seakan mengajak gurami itu turut bermain. Pemandangan di akuarium 2,5 m x 1,5 m x 1 m di gerai arwana di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, menunjukkan betapa sang naga pun bisa akur dengan sesama bahkan berlainan jenis di satu akuarium.

Menyatukan arwana di satu akuarium cukup berisiko. Apalagi siluk dikenal sangat agresif. Seandainya bukan pasangan biasanya bakal pecah perkelahian serius yang berakibat luka-luka seperti sirip robek dan gores-gores di sisik.

Menurut Niwan, pedagang arwana di Jakarta Pusat, penggabungan di akuarium biasa dilakukan karena berbagai alasan misal keterbatasan jumlah akuarium, mengikuti fengshui dengan 9 ikan di akuarium, dan yang paling sering agar akuarium semarak dengan aneka jenis siluk. “Selama masih bisa mengatur teritori ikan dan mengetahui sifat agresif masingmasing arwana yang digabung, tidak masalah,” ujarnya.

Lebih besar

Untuk menyatukan sesama siluk harus dicari yang seukuran. Lebih baik sang naga itu berasal dari 1 biang yang sudah samasama dipelihara sejak kecil. Populasi di akuarium pun perlu diperhatikan. Untuk akuarium 2,5 m x 1,5 m x 1 m idealnya ditempati oleh minimal 6 arwana berukuran 15—20 cm. Kurang dari itu cukup berisiko. Maklum masing-masing memiliki teritori yang seringkali tidak boleh diinjak oleh lainnya.

“Yang paling aman meletakkan arwana yang berjodoh. Itu dapat dilihat saat ikan berukuran 30—40 cm,” ujar Niwan. Di saat itu masuknya pendatang baru masih dimungkinkan dengan cara khusus. Pilih siluk yang tubuhnya sedikit lebih besar. Dua sampai tiga ekor sekaligus lebih baik daripada memasukkan seekor.

Saat akan disatukan sebaiknya seluruh ikan dalam kondisi kenyang untuk mengurangi agresivitas. Padamkan lampu akuarium agar pendatang tersamar. Setelah itu, lihat reaksi penghuni lama, jika menolak pendatang segera dipindah.

Pendatang sejenis memang lebih baik misal superred dengan superred dan golden dengan golden. Untuk berlainan jenis perhatikan kadar agresivitasnya. Berdasarkan pengalaman Niwan, arwana irian dikenal paling agresif. Diikuti superred, silver, hijau, dan banjar kurang agresif. Superred paling aman digabung bersama silver, banjar, dan hijau.

Meski demikian jangan kaget jika suatu ketika ikan kahyangan itu berkelahi dengan sesama jenisnya. Maklum di saat birahi arwana kerap berantem, tapi mereka tidak akan menganggu yang lain. Namun ikan lain sebaiknya segera dipindahkan supaya tidak membuat ikan birahi stres.

Parrot dan catfish

Tak melulu sesama arwana, kehadiran jenis lain pun tidak ditabukan. Di House of Dragon di Qian Hu Fish Farm di Singapura, setiap arwana di akuarium ditemani seekor pari hias. Henry Meng di Manggadua, Jakarta Barat, memilih botia sebagai pasangan sang naga. “Mereka lebih berfungsi sebagai teman bermain,” ujar Henry. Namun meski teman bermain, ukuran ikan tetap dicermati. Bila terlalu kecil salah-salah rekan bermain itu dijadikan kudapan siluk.

Ikan hias dari kelompok parrot dan catfish paling cocok menemani sang naga. Pakailah parrot berukuran panjang tubuh 20 cm untuk siluk berukuran 60 cm, dengan kompisisi 3:1. “Parrot itu sangat gesit, jadi dia akan aman-aman saja,” ujar Niwan. (Dian Adijaya S)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img