Saturday, January 17, 2026

Dosen UB Gagas Teknologi untuk Meningkatkan Produktivitas Ayam berbasis AI

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Dosen di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya,  Danung Nur Adli, SP.t., MSc., MP.t., menggagas teknologi sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan ayam.

Teknologi itu jenama Layanan Teknologi Real-Time untuk Ayam (LENTERA). Danung melihat banyak sistem peternakan di Indonesia masih konvensional. Salah satu yang menjadi kendala yakni pengaturan suhu. 

“Suhu di Indonesia sering kali tidak menentu, misalnya pagi hari dingin, tetapi tiba-tiba panas di siang hari. Hal ini membuat ayam mudah stres, yang berdampak pada produktivitasnya,” ungkap Danung dikutip pada laman Prasetya UB

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dalam memantau suhu, kelembapan, dan konsumsi pakan ayam secara real time LENTERA memanfaatkan teknologi IoT. 

Alat LENTERA selama uji coba di kandang ayam broiler selama 35 hari di Karangploso. (Dok. Prasetya UB)

“Data itu dapat diakses langsung melalui aplikasi di smartphone. Sistem itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan generasi peternak milenial yang semakin akrab dengan teknologi digital,” ungkapnya.

Keunggulan lain teknologi itu memungkinkan memantau kondisi ayam dari mana saja, sehingga lebih mudah dan efisien. 

Danung menjelaskan bahwa LENTERA juga dilengkapi dengan kemampuan otomatisasi. Contohnya, jika suhu kandang terlalu tinggi, sistem akan langsung mengaktifkan kipas pendingin untuk menjaga suhu tetap ideal.

Ia menyebut bahwa teknologi itu telah disesuaikan untuk kebutuhan  sistem kandang open house. Musababnya cenderung lebih rentan terhadap perubahan suhu dibandingkan dengan sistem closed house

“Kami ingin mencari cara agar peternak kecil tetap bisa bersaing. Segmen utama kami adalah peternak kecil karena mereka sering menghadapi tantangan dalam mempertahankan produktivitas,” ujar Danung.

Uji coba prototipe LENTERA di laboratorium in vivo di Karangploso. Percobaan itu  untuk mengukur dampak pengaturan suhu terhadap bobot ayam. 

“Jika suhu kandang nyaman, ayam cenderung lebih banyak makan daripada minum. Hal ini berpengaruh langsung pada peningkatan bobot,” ujar Danung.

Pengembangan LENTERA melibatkan kolaborasi lintas fakultas, terutama dengan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB. 

Dosen FILKOM, Tirana Noor Fatyanosa, S.Kom., M.Kom., Ph.D. menuturkan bahwa pengembangkan model prediksi berbasis machine learning ini memproses data seperti suhu, kelembapan, dan konsumsi pakan secara real-time. 

“Model ini dapat memberikan rekomendasi atau bahkan secara otomatis menyesuaikan kondisi kandang untuk mencapai hasil optimal,” ungkapnya.

Ia menyebut dukungan teknis dari FILKOM berupa server untuk memproses data yang dihasilkan oleh sistem IoT. Menurut Tirana teknologi itu memungkinkan integrasi data dari berbagai sensor di kandang, sehingga dapat memberikan analisis lebih mendalam mengenai produktivitas ternak.

Danung menuturkan rencana pengembangan LENTERA selanjutnya yakni melengkapi dengan teknologi AI yang lebih canggih. Misalnya pengenalan visual berbasis YOLO yang secara otomatis memantau bobot ayam melalui kamera CCTV.

Ia mencontohkan, jika ada ayam yang bobotnya tidak ideal, sistem akan langsung mendeteksinya. “Teknologi ini masih memerlukan pengembangan lebih lanjut,” ungkapnya. 

Untuk pengembangan selanjutnya menurut Danung mencakup otomatisasi pemberian pakan dan air minum. Musababnya saat ini pemberian pakan masih secara manual.

“Nantinya, kami akan mengembangkan agar semuanya bisa dilakukan secara otomatis,” tambahnya.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img