Friday, December 2, 2022

Dr Alwi Shihab: Siasat Demi Harga Tinggi

Rekomendasi

Alwi Shihab mengebunkan 6 ha jambu kristal di Cijeruk, Kabupaten BogorDr Alwi Shihab memanen jambu kristal  pada Oktober—Februari, sementara pekebun lain Maret—Agustus.

Dr Alwi Shihab berkebun jambu? Mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat kabinet Indonesia Bersatu itu memang mengebunkan 1.500 pohon jambu kristal di Cijeruk, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada awal 2010.  Tanaman anggota famili Myrtaceae itu tampak rapi dengan jarak tanam teratur. Alwi merawat kebun secara profesional, sehingga menghasilkan jambu kristal berkualitas, yakni buah mulus, manis, dan renyah.

Menurut Ridwan Zaenuri, pengelola kebun milik Alwi Shihab, dari total panen mencapai  90 ton per tahun, 20% masuk kualitas A, 70% kualitas B, dan sisanya 10% kualitas C dan D. “Semua hasil panen terserap pasar modern dan tradisional,” kata Ridwan. Menurut Ridwan, penentuan kualitas berdasarkan kebersihan dan warna buah. “Jika ada bercak kecokelatan di bawah 10% masuk kualitas A, bercak antara 10—30% kualitas B, 30—50% kualitas C, dan 50% ke atas kualitas D,” kata Ridwan. Untuk bobot, kualitas A dan B harus di atas 250 g per buah.

 

Di luar musim

Selain kualitas buah, kebun Alwi memiliki keunggulan lain, yaitu panen di luar kelaziman para pekebun jambu kristal. Lazimnya para pekebun jambu kristal panen puncak pada Maret—Agustus, sementara Alwi pada Oktober—Februari. “Hal ini untuk menghindari panen raya,” kata Ridwan. Zaenuri mengatakan bahwa panen di luar musim juga berpeluang mendapat harga tinggi. Harga di tingkat pekebun ketika panen raya rentan jatuh karena pasokan melimpah, sedangkan harga di luar panen raya cenderung meningkat akibat pasokan menipis. Alwi memperoleh harga Rp15.000 per kg untuk kualitas A.

Agar panen di luar musim itu terwujud, Ridwan mengatur waktu pangkas tanaman kerabat cengkih itu. Menurut Ridwan, pohon perlu 6 bulan untuk berbuah dan panen usai pangkas berat atau memangkas habis daun tanpa tersisa sama sekali. Pekebun dapat mempercepat waktu panen, 2,5—3 bulan, jika menerapkan  pangkas sedang atau ringan. Artinya jika hendak memangkas berat dan ingin memanen pada Oktober, pekebun mesti melakukannya pada April—Mei. Namun, jika melakukan pangkas sedang atau ringan bisa dilakukan pada Juli—Agustus.

Menurut  ahli Fisiologi Tumbuhan dari Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Ni Made Armini Wiendi MSc pemangkasan tanaman secara serempak pada jambu kristal dapat memunculkan cabang-cabang baru, kemudian bunga, dan buah secara serempak pula. “Itu bisa diterapkan pekebun jambu kristal yang ingin membuahkan secara serempak,” kata Armini. Dokter Agronomi alumnus Institut Pertanian Bogor itu mengatakan pemangkasan cabang-cabang yang tegak lurus maupun yang terserang hama dan penyakit juga bermanfaat ganda.

Jambu kristal dari kebun Alwi Shihab, 20% masuk kualitas A“Pohon tidak terlalu tinggi dan produktivitas buah di cabang yang dipangkas bisa maksimal,” ujar Armini. Menurut Armini distribusi nutrisi ke buah lebih maksimal pada pohon pendek yang rutin dipangkas. Agar tanaman tetap sehat, pekebun juga mesti memberikan pupuk yang memadai. Ridwan memberikan pupuk kandang kotoran kambing 30 kg per pohon per 6 bulan. Ia juga memberikan  NPK    3 bulan sekali dengan dosis bertahap. Pada umur   1 tahun dosis 100 g, umur 1—2 tahun 150—200 g, dan umur 2 tahun ke atas 300—500 g per pohon.

Ridwan juga memberikan pupuk daun dengan konsentrasi 1—2 g per liter ditambah pupuk mikrob berkonsentrasi 3—4 cc per liter. “Campuran pupuk itu diberikan 2 kali sebulan,” kata alumnus Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Malang itu. Untuk pengendalian hama dan penyakit, Ridwan menyemprotkan fungisida berbahan aktif mankozeb sebulan 2 kali dan berselang-seling dengan bahan aktif propamocarb, dosis sesuai anjuran kemasan.

Untuk mencegah resistensi hama, ia menggunakan beragam insektisida sesuai intensitas serangan organisme pengganggu tanaman. Semakin tinggi tingkat serangan maka bahan aktif yang digunakan juga lebih kuat. Untuk serangan sekitar 10—20% Ridwan menggunakan bahan aktif imidakloprid, di atas 20% biasa menggunakan bahan aktif abamektin, dosis sesuai anjuran di kemasan.

 

Dua lapis

Alwi menyeleksi buah ketika ukuran sebesar kelereng atau 2—3 pekan pascabunga. Pria kelahiran Polewalimandar, Sulawesi Barat, 19 Agustus 1946 itu hanya mempertahankan 1 buah per dompol yang  berbentuk normal atau bulat, bersih dari bercak cokelat, dan tanpa lubang. Petugas kebun lantas membungkus buah terpilih dengan 2 lapis jaring stirofoam dan plastik bening. Jaring stirofoam untuk mencegah gesekan buah dengan plastik, sementara plastik bening mempermudah pengamatan tingkat kematangan buah.

Atur produksi puncak di luar musim raya dengan pemangkasanMenurut Ketua Unit University Farm Institut Pertanian Bogor, Dr Anas Dinurrohman Susila, pembungkusan menggunakan jaring stirofoam berfungsi mengurangi intensitas cahaya matahari. “Jika tanpa jaring warna buah menjadi hijau tua. Buah kualitas A berwarna hijau muda,” tutur doktor hortikultura alumnus University of Florida, Amerika Serikat, itu.

Beberapa pekebun lain membungkus buah dengan kertas koran. “Jika menggunakan koran tingkat kematangan dan warna buah tidak teramati sehingga sulit menentukan masa panen yang tepat,” kata Anas. Pembungkusan dengan plastik transparan berperan melindungi buah agar terhindar dari serangan lalat buah. “Lubangi plastik sedikit agar air dari penguapan buah bisa keluar,” kata Anas.

Menurut petugas spesialis jambu kristal dari Misi Teknik Taiwan di Indonesia, Lai Yi Rong hindari pembungkusan buah ketika buah masih terlalu kecil karena dapat menyebabkan rontok. Jika buah terlalu besar, hama lalat buah menyerangnya. Alwi Shihab memanen total 90—100 ton jambu kristal dari Oktober—Februari. Dari produksi itu, 20% masuk kualitas A, 70% kualitas B, dan sisanya 10% kualitas C dan D. Di tingkat pekebun, harga buah kualitas A Rp15.000, kualitas B Rp12.000, kualitas C Rp7.000, sementara D di bawah Rp5.000 per kilogram.

Gunakan dua lapis pembungkus untuk jambu kristal: jaring stirofoam dan plastikRidwan tak perlu repot memasarkan karena para pengepul buah mengambil semua produksi dan  memasarkan kembali ke pasar swalayan atau pasar tradisional. Setidaknya ada 4 pengepul yang rutin mengambil jambu kristal Alwi. Dengan prospek jambu kristal yang bagus karena permintaannya terus tinggi, Alwi Shihab berencana memperluas kebun jambu kristal sekitar 6—7 hektar lagi di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. “Tinggal menunggu kesiapan dari semua petugas kebun saja,” kata mantan menteri luar negeri pada 1999—2001 itu. (Bondan Setyawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img