Trubus.id-Durian lokal yang ditemukan di Desa Pagarjati, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan, memiliki kualitas unggul. Durian berbentuk bulat sempurna menyerupai telur. Saat dibelah daging buah terlihat kuning seu jingga yang menggiurkan.
Sebanyak 6 juring terlihat penuh. Daging buah tampak tebal, yakni1,4—2 cm. Porsi buah yang bisa dikonsumsi melimpah. Yakni mencapai 30,25—35,25%. Tekstur buah begitu dikunyah juga terasa lembut mengenyangkan. Rasa daging buah tidak kalah menarik.
Rasa daging buah sangat manis dan sedikit pahit. Saat diukur menggunakan refraktometer kadar gula daging buah durian itu mencapai 13,8—15,7°brix. Itu merupakan keunggulan durian lokal lingsi yang tumbuh di kebun Dodi Susanto.
Testimoni keunggulan durian lingsi itu tidak hanya berasal dari Dodi atau pehobi durian lain yang kebetulan pernah mencicipi. Namun, keunggulan durian lingsing itu mendapat pujian dari penjelajah dan pengamat durian asal Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Karim Aristides. Karim berkunjung ke kebun Dodi pada 2011.
“Selain warnanya yang ngejreng, dari segi rasa dan ketebalan buah boleh diadu dengan durian sohor lainnya,” ujar Dodi menirukan pendapat Karim. Ia ingat betul saat Karim memintanya untuk mengirim durian lingsing ke Palembang. Ternyata durian itu bisa laku hingga Rp100.000 per buah.
Harga itu tergolong mahal. Musababnya harga durian lokal di tempat tinggal Dodi biasanya hanya Rp20.000 per buah. Selain memiliki kualitas buah yang unggul, tanaman juga memiliki produktifitas yang tinggi. Tanaman berumur 45 tahun mampu menghasilkan buah sebanyak 560—900 kg per musim berbuah.
Bobot buahnya bervariasi. Paling kecil berbobot 1,5 kg dan yang terbesar 2,5 kg. Musim panen durian lingsing yaitu pada Desember—Januari. Daya simpan Durio zibethinus itu juga tergolong awet yaitu 5—7 hari jika disimpan dalam suhu kamar. Dengan berbagai kelebihan itu, pantas bila pemerintah daerah Kabupaten Lahat tertarik menjadikan durian lingsing sebagai durian unggul.
Para peneliti dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatra Selatan, serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Lahat turun tangan untuk menjadikan durian lingsing terdaftar sebagai varietas tanaman hortikultura di Kementerian Pertanian.
Tanaman yang produktif dan menghasilkan buah berkualitas. Merupakan parameter yang menguntungkan untuk dikembangkan oleh pekebun. Apalagi jika diimbangi dengan perawatan yang intensif. Tentu saja hasil yang didapatkan bisa melebihi dari itu.
Pohon induk tunggal
Menurut penyuluh pertanian Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Lahat, Kustanto, S.P., awal mula ditemukan durian lingsing ketika tim ahli dari Kementerian Pertanian tengah menyurvei buah di Kecamatan Kikim Selatan pada 2015.
Saat itu tim menenemukan durian lingsing dan menyatakan bahwa durian itu berhak untuk tampil di dunia karena mempunyai karakteristik tersendiri. Harap mafhum apabila harganya pun ikut meningkat. Musababnya memiliki kualitas yang berbeda dari pada durian lokal lainnya yang tumbuh di tempat yang sama.
Pohon durian lingsi itu hanya ada satu-satunya di Lahat. Hingga akhirnya penelitian mengenai durian lingsi dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari buah, rasa, batang, dan daun. Hingga pada akhirnya dinyatakan durian lingsi merupakan varietas unggul asli Kabupaten Lahat. Pada 2020 pohon durian lingsi milik Dodi ditetapkan sebagai pohon induk tunggal (pit).
Pada 2023 durian lingsing terdaftar sebagai varietas tanaman hortikultura. Untuk menjaga kelestarian varietas durian asli Lahat itu perbanyakan durian dengan cara grafting dilakukan. Perbanyakan itu sudah dimulai sejak 2024.
Foto: Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat
Peliput: Imam Wiguna
