Sunday, May 19, 2024

Ekspor Tanaman Hoya Hasil Perbanyakan, Pemuda di Kabupaten Bogor Raup Omzet Ratusan Juta

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Pebisnis sekaligus penangkar hoya di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Ivan Christian rutin mengirim 200 hoya ke berbagai negara tujuan. Ia memperoleh pendapatan sekitar Rp 187,14 juta—Rp 623,8 juta per bulan dari hasil perniagaan itu.

Saban hari ia sibuk memperbanyak hoya, Ivan memproduksi 200 tanaman dengan cara setek batang. Perbanyakan masif itu untuk memenuhi pasar mancanegara seperti Rusia, Amerika Serikat, dan Kanada.

Mayoritas mereka mengincar hoya berdaun silver untuk koleksi sekaligus investasi. Ivan mematok harga hoya senilai US$60—US$2.000 per tanaman. Selain penjualan rutin, terkadang Ivan mendapat pesanan yang jumlahnya fantastis.

Ia pernah mengirim 1.000 hoya ke Miami, Amerika Serikat. Ia juga mengekspor hoya ke Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan. Sayangnya harga hoya ke negara itu kurang menggiurkan. Harga jual hoya ke Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan, nyaris sama dengan pasar domestik yakni US$20— US$26 per tanaman.

Dengan kata lain, pasar Eropa dan Amerika lebih menjanjikan keuntungan. Ivan menuturkan pengiriman hoya ke luar negeri itu 3—7 hari. Ia mengirim hoya berumur 3 bulan pascasetek ke negara tujuan. Namun, jenis hoya tertentu seperti Hoya glabra ‘Gin’ dan Hoya mitrata ‘Silver’ dijual sejak umur 14 hari pascasetek

Ivan menuturkan, hoya hasil setek berumur 14 hari sudah mengeluarkan akar sehingga layak untuk dijual. Sebagian besar pehobi menyukai jenis hoya yang berdaun atraktif. Hanya 30% pehobi yang menggemari hoya karena bunganya.

ekspor hoya
Pemilik nurseri The Bee Hoya di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Ivan Christian. (Trubus/ Intan Dwi Novitasari)

 “Hoya dengan daun yang unik dan berwarna silver memiliki nilai jual tinggi,” ujar Ivan. Di kalangan kolektor, hoya dengan pola bercak putih jadi incaran.

Ivan menjual tanaman berdaun splash itu dengan harga US$60 —US$100 per tanaman. Sebenarnya ada jenis hoya yang memiliki nilai jual hingga puluhan dolar. Jenis itu sangat langka yakni perpaduan antara daun silver dan variegata. Contoh Hoya carnosa ‘Argentea Picta’ dan Hoya carnosa ‘Argentea Princess’.

Berbeda dengan pasar ekspor yang menyukai hoya berdaun perak, pasar lokal justru mencari hoya variegata. Menurut Ivan penjualan hoya di pasar lokal hanya 10% saja dari permintaan. Mayoritas konsumen dalam negeri memburu hoya berdaun belang.

Konsumen tersebar di sejumlah kota seperti Jakarta, Tangerang (Banten), dan Bali. Ivan menjual dengan harga sekitar Rp300.000 per tanaman. Ia optimis pasar hoya sepanjang masa. Musababnya terdapat ribuan jenis dengan performa aktraktif.

Menurut Ivan tren kurva perniagan hoya cenderung datar. Di dunia hoya belum ada jenis khusus yang meledak di pasaran sehingga menjadi lokomotif jenis lain untuk naik daun.

“Namun, tren pasar yang cenderung stabil justru membuat hoya memiliki penggemar yang merata dan sepanjang masa,” ujar Ivan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img