Friday, April 24, 2026

Tanaman Afrodisiak Asli Rimba Nusantara

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Afrodisiak berasal dari kata Aphrodite, dewi Yunani lambang kecantikan dan seksualitas. Afrodisiak merupakan makanan atau minuman yang diyakini dapat meningkatkan gairah seksual.

Afrodisiak juga berarti zat yang berperan untuk meningkatkan gairah seksual dan libido, memperbaiki disfungsi ereksi, serta meningkatkan kadar hormon testosteron.

Menurut Ahli Peneliti Utama di Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Syamsul Hidayat terdapat tanaman yang digunakan sebagai afrodisiak oleh masyarakat sekitar. Tanaman itu dari belantara hutan Nusantara. Berikut diantaranya tanaman berkhasiat afrodisiak.

Pranajiwa (Euchresta horsfieldii)

Buah pranajiwa. (Dok.Syamsul Hidayat)

Buah pranajiwa dikenal oleh beberapa kelompok mayarakat terutama di Jawa dan Bali sebagai salah satu obat perangsang pria. Buahnya mengandung alkaloid, saponin, dan tanin. Meskipun demikian belum diperoleh informasi kandungan apa sebenarnya yang berperan sebagai afrodisiak.

Tumbuhan itu hanya dapat diperoleh di hutan, terutama hutan di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Untuk mengonsumsi pranajiwa, tumbuk hingga halus buah atau bijinya kemudian seduh seperti kopi.

Buah merah (Pandanus conoideus)

Buah merah. (Dok. Syamsul Hidayat)

Salah satu tumbuhan hutan yang dapat dimanfaatkan sebagai peningkat libido yaitu buah merah asal Papua. Menurut Sarungallo dan rekan dalam Kasetsart Journal–Natural Science edisi 2015, Kombinasi vitamin E tinggi dan jumlah energi yang mencapai 360 kalori dalam buah merah segar diduga berperan sebagai afrodisiak.

Buah merah bagi masyarakat Papua sudah makanan biasa yang ditemukan di hutan. Namun kini banyak yang membudidayakan buah merah. Orang Papua memakan secara langsung atau memeras untuk mendapatkan sari buah merah. Kini pengolahan buah merah lebih maju karena sudah banyak dikemas dalam bentuk sirop.

Kayu akway (Drimys spp.)

Tanaman akway. (Dok. Syamsul Hidayat)

Kayu akway merupakan tumbuhan endemik Papua. Lazimnya masyarakat Manokwari dan pegunungan Arfak menggunakan kayu akway secara tradisional sebagai afrodisiak. Kayu akway mengandung saponin, alkaloid, dan steroid yang meningkatkan produksi hormon pria dan peningkat stamina untuk beraktivitas.

Masyarakat yang mengonsumsi kayu akway ini percaya mengalami peningkatan pada kejantanannya sebelum melakukan hubungan mesra. Cara meramunya relatif sederhana. Iris tipis dan rebus kulit kayu akway. Lalu minum air rebusan itu. Cara lainnya campurkan irisan kayu akway dalam minuman teh hangat.

Ginseng jawa (Talinum paniculatum)

Spesies itu memang bukan tumbuhan asli Indonesia, tetapi sudah ternaturalisasi di berbagai kawasan terutama di Pulau Jawa. Dikenal sebagai ginseng jawa karena diyakini khasiatnya tidak berbeda jauh dengan ginseng.

Akar atau umbi ginseng jawa mengandung saponin dan flavonoid yang berkhasiat menguatkan paru-paru, tonikum, dan afrodisiak. Ginseng jawa mengandung terpenoid dan steroid yang berpotensi sebagai bahan ginseng. Cara mengonsumsinya cuci bersih, potong, dan rebus akar ginseng jawa dalam 2 gelas air hingga tersisa satu gelas. Minum ramuan itu setelah dingin.

Tangkur gunung (Lophaterum gracile)

Tangkur. (Dok. Syamsul Hidayat)

Masyarakat sekitar Gunung Halimun kerap menggunakan tumbuhan rumput itu sebagai penambah stamina pria. Tumbuhan itu memiliki senyawa turunan steroid yang berkhasiat dalam sintesis hormon testosteron pada manusia. Masyarakat merebus umbi atau akar tangkur gunung dalam 2—3 gelas air.

Setelah itu mereka meminum air rebusan itu. Untuk mendapatkan khasiat tangkur gunung yang lebih manjur, tambahkan ramuan itu dengan segenggam akar batang kicantung (Chepaelis stipulacea) dan 5—10 lembar daun kicentong (Ficus deltoidea).


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This